floating-Transformasi Ritel:...
Transformasi Ritel: Konsumen Tinggalkan Toko Fisik, Beralih ke Belanja Online
Transformasi Ritel:...
Transformasi Ritel: Konsumen Tinggalkan Toko Fisik, Beralih ke Belanja Online
Rabu, 26 November 2025 - 20:17 WIB
JAKARTA - Industri ritel Indonesia mengalami transformasi signifikan seiring perkembangan teknologi. Alhasil, hal ini secara otomatis mengubah perilaku konsumen. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanegara (FEB Untar), Sawidji Widoatmodjo, menyampaikan struktur ritel nasional telah melalui fase panjang sebelum mencapai lanskap digital seperti saat ini.

Ia menjelaskan perjalanan industri ritel bermula dari pasar tradisional, kemudian berkembang menjadi warung, supermarket, dan department store. Menurut dia, gelombang terbaru dalam perkembangan ritel adalah masuknya e-commerce sebagai pemain utama.

Sawidji menyebut era modern menghadirkan sejumlah raksasa ritel seperti halnya Hero dan Giant untuk ikut menghadirkan layanan digital. "Kemudian bergeser lagi menjadi semacam Indomaret yang lebih kecil," ujarnya dalam MoneyFestasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (26/11).

Baca Juga: iNews Media Group Ajak Content Creator Berkolaborasi

Namun, siklus digitalisasi pasar ini kembali bergeser menuju minimarket yang lebih kecil. Sawidji menyatakan bahwa toko-toko offline seperti Matahari atau Hero mulai ditinggalkan karena konsumen beralih ke platform digital yang menawarkan variasi produk lebih luas dan kemudahan akses. "Sekarang kita mulai melihat e-commerce, jadi perkembangan cenderung seperti itu," katanya.

Penetrasi pasar yang besar dari e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan platform digital lain juga dinilai telah mengubah pola distribusi mereka. Perubahan ini membuat konsumen semakin terbiasa melakukan pencarian produk, pembelian, dan transaksi melalui kanal digital.

Menurut Sawidji, perkembangan tersebut menjadi tanda bahwa ritel sudah masuk ke era yang sepenuhnya berbeda dari pola distribusi sebelumnya. Ia menambahkan perubahan perilaku konsumen tidak hanya berdampak pada toko fisik, tetapi juga mempengaruhi strategi pemasaran dan produksi di seluruh rantai industri ritel.

Baca Juga: iNews Media Group Gelar ICC di Untar, Ajak Anak Muda Berkolaborasi Bangun Ruang Digital Sehat

Pergeseran ini disebutnya sebagai konsekuensi dari arus digitalisasi yang terus menguat dalam beberapa tahun terakhir. "Dengan penetrasi pasar yang luar biasa, UMKM bisa membuat pasar itu, artinya siapapun kita, dari daerah manapun kita bisa berjualan seluas mungkin, that's opportunity," ujarnya.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar