floating-BNPB Gelar Operasi Modifikasi...
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Tangani Cuaca Ekstrem di Sumbar
BNPB Gelar Operasi Modifikasi...
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Tangani Cuaca Ekstrem di Sumbar
Kamis, 27 November 2025 - 08:29 WIB
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) akan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Bencana hidrometeorologi basah berupa banjir dan longsor di Sumbar diakibatkan cuaca ekstrem yang dipicu adanya bibit siklon tropis 95B.

"Hampir seluruhnya sekarang ini hujan ekstrem yang mengakibatkan banjir dan longsor. Jadi kami memiliki operasi modifikasi cuaca. Jika memang cuaca sangat ekstrem maka operasi modifikasi cuaca ini akan dilakukan untuk memindahkan turunnya hujan ke tempat lain," ujar Sekretaris Utama BNPB Rustian dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/11/2025).

Rustian mewakili pemerintah pusat telah memberikan bantuan darurat kepada warga terdampak di Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan, Sumbar. Bantuan secara simbolis diserahkan Sekretaris Utama kepada pemerintah daerah di lokasi bencana. Dukungan ini untuk mempercepat penanganan darurat, khususnya kebutuhan dasar yang diperlukan mereka yang terdampak langsung bencana.

Baca Juga: Tim DVI Turun Tangan Bantu Identifikasi Korban Banjir Bandang Sumbar

Bantuan yang diberikan kepada warga terdampak di Padang Pariaman, antara lain alat kebersihan 100 paket, hygiene kit 30 paket, family kit 150 paket, makanan siap saji 200 paket dan sembako 200 paket.

Sedangkan bantuan yang diterima warga terdampak di Pesisir Selatan, antara lain kasur lipat 100 buah, selimut 100 lembar, family kit 100 paket, tenda pengungsi 2 unit, tenda keluarga 50 unit dan sembako 200 paket.

Baca Juga: Investasi Jabar Meningkat, LPCK Ikut Dorong Pertumbuhan Kawasan Cikarang

Peninjauan jajaran BNPB ke lokasi bencana bertujuan untuk memastikan pemerintah daerah melakukan penanganan darurat secara optimal, seperti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak maupun evakuasi warga yang harus diungsikan ke pos pengungsian.

"Empat hari hujan berturut-turut, ini hampir seluruh kabupaten-kota di Sumatra Barat, terkena banjir dan longsor. Cuaca memang sangat ekstrem sehingga ini menyebabkan banjir dan longsor. Ini mengakibatkan banyaknya warga yang mengungsi dan rusaknya infrastruktur," kata Rustian.

Saat berada di Padang Pariaman, Sekretaris Utama BNPB melihat infrastruktur jalan yang putus karena tergerus air maupun ambles. Salah satunya ruas jalan Jambak-Lubuk Simantung di Nagari Salibutan Korong Sakayan, Kecamatan Lubuk Alung. Tampak badan jalan sepanjang 200 meter putus.

"Selain itu, jembatan, seperti yang disampaikan Bupati Padang Pariaman, dan juga beberapa sekolah yang rusak akibat banjir dan longsor, masjid dan musala di 13 kabupaten-kota,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti penetapan status kedarurat, pengaktifan pos komando, evakuasi dan aktivasi pos pengungsian.

Apabila hujan tetap turun di wilayah, ia berharap kepala daerah bersama jajarannya, seperti BPBD, OPD terkait lain, termasuk TNI dan Polri untuk melakukan penanggulangan bencana.

Setelah meninjau beberapa titik yang terdampak banjir dan longsor, Sekretaris Utama BNPB dan Wakil Gubernur Sumbar bertolak menuju Kabupaten Pesisir Selatan untuk melihat secara langsung kondisi pascabencana dan bertemu dengan warga yang terdampak banjir.
(zik)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas