BEIJING - Sub-merek terbaru Audi yang didedikasikan untuk pasar China, AUDI, tampaknya benar-benar siap bersaing di segmen EV.
Setahun setelah peluncuran merek AUDI, Audi, yang sedang dikembangkan bersama mitra strategisnya dari China, SAIC, kini siap dengan peluncuran model SUV AUDI E.
Model ini menggabungkan keahlian teknologi Audi dengan inovasi mitranya, SAIC, dalam ekosistem digital China.
Berbasis Advanced Digit Platform (ADP), yang dikembangkan bersama SAIC, merek AUDI meluncurkan model yang melengkapi portofolio merek Audi global di China. Model pertama AUDI, E5 Sportback, berhasil diluncurkan pada September 2025.
Dan kini giliran model SUV AUDI E yang diperkenalkan dan dipamerkan bersamaan dengan Guangzhou Auto Show 2025 dengan harapan dapat memasuki pasar Tiongkok tahun depan.
Meskipun merupakan model konsep pertama, produksi massalnya kabarnya tidak akan jauh berbeda dengan desain model yang dipamerkan.
Dengan dimensi panjang 5.057 mm, lebar 2.042 mm, tinggi 1.786 mm, dan jarak sumbu roda 3.060 mm, konsep AUDI E SUV diposisikan sebagai SUV premium full-electric berukuran penuh.
SUV ini memadukan desain SUV futuristik, dinamika berkendara khas Audi, dan traksi quattro dengan kenyamanan berkendara kelas satu dan konektivitas digital yang komprehensif.
Dua motor listrik, satu di gardan depan dan satu di gardan belakang, menghasilkan total daya 500 kW. Dikombinasikan dengan penggerak semua roda quattro, SUV ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar lima detik.
Sistem Bantuan Mengemudi AUDI 360, yang telah disesuaikan dengan kondisi berkendara di Tiongkok, akan menghadirkan sistem berkendara yang lebih santai dan aman.
Kendaraan konsep ini dilengkapi baterai 109 kWh, yang memungkinkan jangkauan lebih dari 700 kilometer, dihitung berdasarkan CLTC. Arsitektur 800 volt dari Advanced Digital Platform dapat mengisi ulang daya sejauh 320 kilometer dalam sepuluh menit di stasiun pengisian cepat.
(wbs)