floating-Purbaya Minta Waktu...
Purbaya Minta Waktu Satu Tahun untuk Benahi Citra dan Kinerja Bea Cukai
Purbaya Minta Waktu...
Purbaya Minta Waktu Satu Tahun untuk Benahi Citra dan Kinerja Bea Cukai
Kamis, 27 November 2025 - 17:45 WIB
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa citra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sedang terpuruk di mata media, masyarakat, dan bahkan pimpinan negara, akibat kasus serius yang melibatkan oknum pegawainya. Purbaya menyatakan telah meminta waktu selama satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi otoritas tersebut.

"Saya bilang begini, image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan yang tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius. Saya bilang dengan mereka, saya sudah minta waktu Presiden, satu tahun untuk tidak diganggu dulu. Biarkan saya bereskan, (berikan) waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai,” jelas Purbaya usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: Purbaya Ancam Bubarkan Bea Cukai, 16.000 Pegawai Dirumahkan

Purbaya menegaskan, bahwa perbaikan kinerja Bea Cukai adalah keharusan, mengingat ancaman serius yang dihadapi. Jika Bea Cukai gagal memperbaiki citra dan kinerjanya, pembubaran dan penggantian dengan pihak eksternal menjadi risiko di depan mata.

“Kalau kita Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibuka diganti dengan SGS (Société Générale de Surveillance). Seperti zaman dulu lagi. Jadi sekarang orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi,” jelas Purbaya.

Ancaman ini, menurut Purbaya, telah menyadarkan para pegawai DJBC untuk berbenah. Ia menyebut, jika perbaikan gagal, 16.000 pegawai Bea Cukai terancam dirumahkan.

"Karena gini saya bilang, kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan," tegas dia.

Baca Juga: Respons Purbaya Soal Bandara Hantu di Morowali Milik IMIP

Sejalan dengan upaya perbaikan, Kemenkeu mulai menggencarkan penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di stasiun-stasiun Bea Cukai untuk meningkatkan akurasi data.

Penggunaan AI diharapkan dapat mendeteksi praktik under-invoicing (pelaporan nilai barang lebih rendah dari harga sebenarnya) dengan lebih cepat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kerugian negara dari bea masuk dan pajak yang tidak dibayarkan. Purbaya optimistis dengan kemajuan perbaikan yang ada.

"Jadi, sekarang cukup baik kemajuannya, saya pikir tahun depan sudah aman. Artinya, Bea Cukai akan bisa bekerja dengan baik dan profesional," ungkap Purbaya.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok