JAKARTA - Setelah hampir sepuluh tahun menjadi denyut nadi transaksi bagi para gamer di tanah air, itemku memutuskan untuk tak lagi sekadar bermain di kolam sendiri.
Marketplace produk virtual ini mengumumkan langkah strategis yang berani: memperluas jangkauan bisnisnya menembus batas negara, menyasar konsumen global dalam ekspansi layanan internasional yang masif.
Berdiri sejak 2014, itemku telah tumbuh menjadi raksasa lokal yang dipercaya berkat ekosistem keamanannya.
Kini, momentum satu dekade tersebut dimanfaatkan untuk membawa model bisnis yang sukses di Indonesia—transaksi aman, pengiriman instan, dan harga kompetitif—ke panggung dunia yang jauh lebih luas dan kompleks.
Mengapa Harus Global?
Langkah itemku ini bukan sekadar ambisi, melainkan respons logis terhadap data pasar. Industri gaming digital global terus mencatatkan pertumbuhan stabil, namun sering kali terfragmentasi oleh batasan wilayah dan disparitas harga.
itemku hadir menawarkan solusi cross-border. Dengan katalog produk yang mencakup judul-judul raksasa seperti Mobile Legends, Roblox, Free Fire, PUBG Mobile, Genshin Impact, Fortnite, hingga platform distribusi utama seperti Steam, PlayStation Network, Xbox, dan Nintendo eShop, itemku memiliki amunisi lengkap untuk bersaing.
Strategi ini berpotensi mengubah peta ekonomi digital. Jika sebelumnya arus uang banyak mengalir ke marketplace luar negeri, inisiatif ini membuka peluang bagi pelaku industri dan penjual (seller) lokal untuk mendapatkan "kue" dari belanja gamer internasional.
Prasetya Setiawan, CEO itemku, menegaskan bahwa misi perusahaan adalah membawa nilai transparansi dan keamanan yang telah teruji di Indonesia ke level dunia.
“Di Indonesia, itemku tumbuh sebagai marketplace gaming terbesar dengan ekosistem yang sehat, transparan, dan aman. Sekarang, kami siap membawa nilai yang sama ke pasar internasional,” ujar Prasetya.
Keseimbangan Lokal dan Global
Ekspansi ini juga membawa narasi pemberdayaan. Dengan mempertemukan gamer dari berbagai negara dalam satu platform, itemku menciptakan peluang ekonomi baru bagi kreator dan penjual. Ini adalah upaya mematahkan sentralisasi ekonomi digital yang selama ini didominasi pemain barat atau utara.
Transformasi itemku dari pemain lokal menjadi kontender global di tahun 2025 ini menandai babak baru kemandirian industri digital Indonesia, membuktikan bahwa produk layanan buatan anak bangsa siap bersaing dalam standar kualitas dan keamananinternasional.
(dan)