BISSAU - Jenderal Horta Inta-A telah dilantik sebagai presiden transisi
Guinea-Bissau pada Kamis, sehari setelah para perwira militer mengumumkan bahwa mereka telah menggulingkan presiden negara tersebut; Umaro Sissoco Embalo. Ini merupakan kudeta militer terbaru di negara Afrika barat tersebut.
“Saya baru saja dilantik untuk memimpin komando tinggi,” ujar Jenderal Inta-A, setelah mengambil sumpah jabatan dalam sebuah upacara di markas militer pada Kamis (27/11/2025).
Setelah menjabat sebagai kepala staf Angkatan Darat negara itu hingga saat ini, Inta-A dianggap dekat dalam beberapa tahun terakhir dengan Presiden Umaro Sissoco Embalo, yang digulingkan pada hari Rabu.
Baca Juga: Negara Ini Diguncang Kudeta Militer, Presidennya Ditangkap Dia mengatakan bukti telah "cukup untuk membenarkan operasi tersebut". Dia menambahkan, "Langkah-langkah yang diperlukan mendesak dan penting serta membutuhkan partisipasi semua orang".
Ketua Komisi Uni Afrika (AU) pada hari Kamis mengutuk kudeta militer dan menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat Embalo dan semua pejabat yang ditahan.
Para perwira militer, yang menyebut diri mereka sebagai "Komando Militer Tinggi untuk Pemulihan Ketertiban", mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Rabu bahwa mereka telah menggulingkan Embalo.
Kudeta militer ini terjadi satu hari sebelum hasil sementara pemilu presiden diperkirakan akan diumumkan dalam persaingan antara Embalo dan Fernando Dias, seorang pendatang baru politik berusia 47 tahun yang muncul sebagai penantang utama Embalo untuk memimpin negara Afrika barat tersebut—yang merupakan pusat perdagangan kokain.
Pada hari Kamis, ibu kota, Bissau, sebagian besar sepi, dengan tentara di jalanan dan banyak penduduk tetap tinggal di dalam rumah bahkan setelah jam malam dicabut. Bisnis dan bank tutup.
Pada hari Rabu, sehari setelah dua kandidat terdepan dalam pemilu presiden yang ketat masing-masing menyatakan kemenangan, sekelompok perwira militer mengeklaim "kendali penuh" atas negara tersebut.
Pengumuman pengambilalihan negara pada hari Rabu datang tak lama setelah suara tembakan beruntun terdengar di dekat markas komisi pemilihan umum, istana presiden, dan Kementerian Dalam Negeri di ibu kota.
“Saya telah digulingkan,” kata Embalo kemudian kepada penyiar
France24 melalui panggilan telepon pada hari Rabu. “Saat ini [saya] berada di markas staf umum."
Hingga Kamis, keberadaan pasti Embalo masih belum diketahui.
(mas)