floating-Warga Afghanistan Tersangka...
Warga Afghanistan Tersangka Penembakan di Washington Pernah Bekerja dengan CIA
Warga Afghanistan Tersangka...
Warga Afghanistan Tersangka Penembakan di Washington Pernah Bekerja dengan CIA
Jum'at, 28 November 2025 - 17:53 WIB
WASHINGTON - Rahmanullah Lakanwal, tersangka penembakan fatal pasukan Garda Nasional di Washington, DC, pernah bekerja sama dengan CIA selama pendudukan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan.

Pada hari Rabu (26/11/2025), warga negara Afghanistan tersebut diduga menembak dari jarak dekat ke arah dua anggota Garda Nasional Virginia Barat saat mereka berpatroli di jalan.

Spesialis Angkatan Darat AS Sarah Beckstrom meninggal dunia akibat luka-lukanya keesokan harinya, sementara Sersan Staf Angkatan Udara AS Andrew Wolfe masih dalam kondisi kritis.

Para pejabat mengatakan Lakanwal memasuki AS melalui program khusus yang dibentuk untuk mengevakuasi warga Afghanistan yang rentan – termasuk mereka yang pernah bekerja dengan pasukan Barat – setelah Taliban merebut kembali negara itu pada tahun 2021.

Direktur CIA John Ratcliffe mengumumkan pada hari Kamis bahwa tersangka diterima di AS pada bulan September 2021 "karena pekerjaannya sebelumnya dengan Pemerintah AS, termasuk CIA, sebagai anggota pasukan mitra di Kandahar, yang berakhir tak lama setelah evakuasi yang kacau."

"Orang ini—dan banyak orang lainnya—seharusnya tidak pernah diizinkan datang ke sini," ujar Ratcliffe, menggemakan komentar Presiden Donald Trump, yang mengkritik keras pendahulunya, Joe Biden, atas penarikan pasukan AS yang "berbahaya".

Direktur FBI Kash Patel juga mengonfirmasi Lakanwal "memiliki hubungan di Afghanistan dengan pasukan mitra," menambahkan bahwa koneksinya sebelumnya sedang diselidiki.

Layanan Afghanistan BBC mengutip seorang mantan komandan militer yang bertugas bersama Lakanwal, yang mengatakan ia bekerja sebagai spesialis pelacak GPS di satu unit yang dikenal sebagai Pasukan Scorpion, yang beroperasi di bawah CIA dan kemudian di bawah Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan.

Lakanwal juga dilaporkan membantu menjaga pasukan Amerika di bandara Kabul selama minggu-minggu terakhir penarikan pasukan.

Mantan komandan tersebut mengatakan kepada BBC bahwa Lakanwal pindah dari Kandahar ke Kabul lima hari sebelum Taliban memasuki ibu kota pada Agustus 2021 dan diterbangkan ke AS enam hari kemudian.

Baca juga: Pasukan Israel Eksekusi 2 Warga Palestina Tak Bersenjata dari Jarak Dekat
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir