JENDERALTNI
Sarwo Edhie Wibowo yang saat itu menjabat Panglima RPKAD (Resimen Komando Angkatan darat) yang sekarang bernama Kopassus ditugaskan memimpin pemberantasan G30S PKI. Kenapa dia dipilih? Alasannya karena kematian sahabatnya Jenderal TNI Ahmad Yani yang sama-sama berasal dari Purworejo.
Sarwo Edhie Wibowo yang merupakan ayah Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, istri Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini merupakan salah satu tokoh penting dalam peristiwa penumpasan PKI. Dia juga orang kepercayaan Jenderal TNI Soeharto untuk menumpas gerakan yang didalangi komunis tersebut.
Baca juga: 3 Pangdam Lulusan Akmil 1992 usai Mutasi TNI Oktober 2025, Ada Jenderal Kostrad Menurut laporan Sarwo Edhie pada tahun 1989 di depan DPR, operasi penumpasan PKI oleh militer memakan hingga 3 juta korban jiwa. Mereka disebutkan berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Sebelum peristiwa bersejarah itu terjadi, Sarwo Edhie pernah didatangi Brigjen Sabur selaku Komandan Resimen Tjakrabirawa atau pasukan pengamanan Presiden Soekarno yang bertanggung jawab atas G30S PKI.
Sarwo Edhie sempat diajak bergabung dalam kubu G30S, namun hal tersebut ditolaknya. Hingga setelah operasi penumpasan dilancarkan, Sarwo Edhie langsung diberikan tugas merebut beberapa lokasi strategis yang telah dikuasai kelompok separatis komunis.
Pengamanan wilayah Jakarta menjadi misi utama dalam tugas awal Sarwo Edhie sebelum bergerak menguasai Gedung RRI dan Kantor Telekomunikasi serta Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.
Dikutip dari Patikab, Pasukan RPKAD yang dipimpin Sarwo Edhie diperintahkan memulai misi pada 1 Oktober 1965 untuk merebut Gedung RRI dan Kantor Telekomunikasi.
Pahlawan Nasional
Hasilnya, pasukan khusus tersebut sukses menguasai Gedung RRI secara penuh. Tak berselang lama, Kantor Telekomunikasi juga berhasil dikuasai RPKAD.
Kemudian, pada 2 Oktober 1965 Soeharto memerintahkan Sarwo Edhie memulai misi menguasai Pangkalan Udara Halim. Pangkalan Udara tersebut menjadi tempat para jenderal yang diculik dan dibawa ke basis Angkatan Udara yang telah mendapat dukungan dari G30S PKI.
Meski awalnya terjadi pertempuran kecil, namun Pangkalan Udara Halim berhasil dikuasai pasukan RPKAD.
Baru-baru ini, Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo bersama 9 tokoh dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Jenderal Kopassus ini merintis karier militer di kesatuan Infanteri TNI Angkatan Darat (AD).
Kariernya mengkilap dan moncer hingga akhirnya menjabat Komandan Korps Baret Merah (Danjen Kopassus) periode 1964-1967. Sarwo Edhie pernah menjabat Ketua BP-7 Pusat, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, serta Gubernur AKABRI (sekarang Akmil).
(jon)