floating-Serangan Israel Berlanjut,...
Serangan Israel Berlanjut, Warga Palestina Dikunci Paksa di Tepi Barat
Serangan Israel Berlanjut,...
Serangan Israel Berlanjut, Warga Palestina Dikunci Paksa di Tepi Barat
Sabtu, 29 November 2025 - 13:30 WIB
TEPI BARAT - Seluruh komunitas Palestina terpaksa menjalani penguncian paksa di beberapa wilayah Tepi Barat yang diduduki. Kelompok hak asasi manusia memperingatkan hal itu, seiring militer Israel terus melancarkan serangan mematikan berskala besar di wilayah tersebut.

Save the Children mengatakan pada hari Jumat (28/11/2025) bahwa keluarga-keluarga di Tepi Barat utara terpaksa berlindung di dalam rumah mereka karena takut akan kekerasan dari militer Israel, yang melancarkan operasi intensif awal pekan ini.

“Penguncian wilayah ini mencegah anak-anak bersekolah, membahayakan pendapatan keluarga, dan meningkatkan risiko kekerasan fisik dan penahanan anak oleh militer Israel," ungkap kelompok hak asasi anak tersebut.

Pasukan Israel mengepung sebagian besar wilayah timur laut Kegubernuran Tubas, mulai hari Rabu, dan melakukan serangkaian serangan besar-besaran di kota-kota lain di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Jenin.

Pasukan Israel telah melukai puluhan orang di wilayah Tubas sejak serangan dimulai, kantor berita Palestina Wafa melaporkan pada hari Jumat, sementara lebih dari 160 orang lainnya telah ditahan.

Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan membasmi kelompok-kelompok bersenjata Palestina, tetapi penduduk setempat mengatakan militer telah melakukan serangan membabi buta terhadap warga sipil, memblokir jurnalis dan ambulans, serta merusak infrastruktur.

Satu insiden yang terekam kamera di Jenin pada hari Kamis, yang memperlihatkan pasukan Israel membunuh dua pria Palestina tak bersenjata saat mereka berusaha menyerah, juga menuai kecaman luas.

Serangan Sistematis



Warga Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki telah menghadapi lonjakan kekerasan militer dan pemukim Israel di tengah bayang-bayang perang genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza di dekatnya, yang telah menewaskan hampir 70.000 orang sejak Oktober 2023.

Serangan tentara dan pemukim Israel telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina di Tepi Barat sejak perang Israel di Gaza dimulai, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tepi Barat utara sangat terdampak, dengan sekitar 32.000 penduduk dari beberapa kamp pengungsi terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak Januari, dan dicegah Israel untuk kembali.

Militer Israel juga telah melakukan pembongkaran rumah secara besar-besaran, yang menurut kelompok hak asasi manusia dan pejabat PBB merupakan kampanye untuk menggusur paksa warga Palestina.

Ameer, yang bekerja dengan organisasi mitra Save the Children di Tepi Barat, mengatakan penggerebekan pekan ini di wilayah Tubas merupakan "serangan sistematis oleh pasukan Israel dan kelanjutan dari kebijakan hukuman kolektif pemerintah Israel".

"Operasi ini memutus akses anak-anak terhadap layanan dan pasokan utama yang mereka andalkan dan butuhkan, termasuk layanan pendidikan dan kesehatan. Setiap anak di wilayah ini tidak mendapatkan hak atas pendidikan," ungkap Ameer.

Serangan di Gaza



Sementara itu, Israel terus melancarkan serangan di Gaza, meskipun gencatan senjata dengan Hamas yang ditengahi Amerika Serikat mulai berlaku bulan lalu.

Pada hari Jumat, beberapa serangan Israel dilaporkan terjadi di dekat Khan Younis dan Rafah di Gaza selatan, dan serangan pesawat tak berawak Israel menewaskan seorang warga Palestina di Bani Suheila, kota di timur Khan Younis, menurut laporan medis setempat.

Sebanyak 347 warga Palestina telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan di wilayah kantong tersebut.

Ismail al-Thawabta, direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, juga mengatakan pada hari Jumat bahwa 535 pelanggaran Israel telah terdokumentasi sejak gencatan senjata diberlakukan.

Al-Thawabta mengatakan di Telegram bahwa aliran bantuan ke wilayah yang dilanda perang tersebut masih jauh di bawah jumlah yang disepakati dalam gencatan senjata.

“Pendudukan (Israel) hanya mengizinkan 9.930 truk masuk ke Gaza dari hampir 28.000 yang diminta – hanya 35%– sehingga mengubah bantuan menjadi alat perang yang digunakan untuk tekanan alih-alih kewajiban hukum atau kemanusiaan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, “Situasi kemanusiaan di Gaza memburuk dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan agresi Israel telah menghancurkan infrastruktur dan layanan penting.”

Baca juga: Kehabisan Uang, Inggris akan Jual Sejumlah Kedutaan Besar dan Kediaman Diplomat
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan