JAKARTA - Transformasi lanskap menjadi sorotan dalam peringatan tiga tahun perjalanan Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI). UNDP menghadirkan
pameran foto bertajuk “Sustainable Landscape, Responsible Commodities, and Thriving Communities” di Pos Bloc Cultural Hall, Jakarta.
Acara ini bertujuan mendorong transformasi komoditas menuju praktik berkelanjutan, memperkuat tata kelola lanskap, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Didukung oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss melalui Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), pameran dan gelar wicara ini menyasar masyarakat umum serta pemerhati isu pembangunan berkelanjutan dan transformasi komoditas.
Baca juga: Merekam Demokrasi: Pameran Foto Warna-Warni Parlemen ke-15 “UNDP berperan sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan implementasi di lapangan. Melalui SLPI, kami membantu memastikan perlindungan alam, kesejahteraan petani, dan daya saing Indonesia berjalan beriringan,” kata Aretha Aprilia, Head of Nature, Climate, and Energy Unit UNDP Indonesia, melalui siaran pers, Sabtu (29/11/2025).
Pada kesempatan yang sama, Violette Ruppanner, Counsellor, Head of Economic Cooperation and Development (SECO), Kedutaan Besar Swiss di Indonesia, menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud kerja sama bilateral yang memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
“Melalui SLPI, kami mendukung penuh Pemerintah Indonesia dalam mendorong rantai pasok komoditas yang semakin bertanggung jawab,” ujarnya.
Kombinasi pameran dan gelar wicara ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif kebijakan, pengalaman lapangan, dan aspirasi masyarakat. Melalui foto dan diskusi, pengunjung diajak melihat bagaimana kolaborasi lintas pemangku kepentingan selama tiga tahun berjalannya SLPI dapat mewujudkan lanskap berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan bersama.
“Acara ini menunjukkan hal-hal yang dapat dicapai masyarakat Indonesia dengan mekanisme kolaborasi yang tepat, mulai dari merintis sumber penghidupan alternatif, menerapkan praktik pertanian yang baik, hingga memperkuat tata kelola lahan demi melindungi lingkungan,” pungkas Dida Gardera, Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Karya visual yang ditampilkan mendokumentasikan kerja kolaboratif SLPI di Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur bersama empat konsorsium lanskap, yaitu LASR, SPLP, Mosaik Initiative, dan SUSTAIN Kutim.
Memasuki ruang pamer, pengunjung diajak meresapi tiga tahun perjalanan SLPI yang bekerja bersama masyarakat, mitra pembangunan, perusahaan, dan pemerintah. Panel-panel foto menampilkan praktik berkelanjutan oleh petani kecil dan perusahaan, pertemuan multipihak, serta berbagai kemajuan dalam tata kelola komoditas berkelanjutan, termasuk kelapa sawit dan karet.
Dalam kesempatan ini, UNDP juga meluncurkan jurnal foto SLPI yang merekam perjalanan program di tingkat nasional dan lanskap sepanjang tiga tahun terakhir.
(nnz)