floating-Pelanggan Minyak dan...
Pelanggan Minyak dan Gas Rusia Ini Tetap Setia di Tengah Ancaman Sanksi Barat
Pelanggan Minyak dan...
Pelanggan Minyak dan Gas Rusia Ini Tetap Setia di Tengah Ancaman Sanksi Barat
Minggu, 30 November 2025 - 12:29 WIB
JAKARTA - Minyak mentah dan gas alam Rusia menjadi salah satu faktor penentu keamanan energi Jepang. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Ekonomi Jepang, merujuk pada proyek minyak dan gas Sakhalin-1 di Timur Jauh Rusia.

“Pemerintah Jepang terus mengakui bahwa mengamankan energi dari luar negeri, termasuk Proyek Sakhalin, sangat penting bagi keamanan energi Jepang,” bunyi pernyataan itu.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan pasokan energi Jepang yang stabil tidak terganggu,” tambah kementerian tersebut.

Baca Juga: 25 Tahun Lagi, India Bakal Menjadi Konsumen Minyak Terbesar di Dunia

Jawaban Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang itu di tengah sanksi terbaru AS terhadap Rosneft, produsen minyak terbesar di Rusia dan pemegang saham dalam proyek Sakhalin-1, yang juga dimiliki oleh kementerian ekonomi Jepang sebagai pemegang saham.

Proyek ini sebelumnya dioperasikan oleh Exxon, namun perusahaan besar tersebut meninggalkan Rusia pada tahun 2022. Rosneft memiliki 20% saham di Sakhalin-1, ONGC Videsh dari India memegang 20% lainnya, dan konsorsium Jepang yang terdiri dari kementerian ekonomi dan beberapa perusahaan energi memegang 30%.

Ketika gelombang sanksi terhadap Rusia dimulai setelah invasi Rusia ke Ukraina, perusahaan-perusahaan Jepang dan kementerian diberikan pembebasan dari tindakan hukuman karena negara tersebut sangat bergantung pada komoditas energi asing.

Sejak saat itu, pejabat pemerintah Jepang telah berulang kali menyatakan bahwa Jepang akan kesulitan untuk menghentikan penggunaan energi Rusia. Selain Sakhalin-1, yang mengekspor minyak mentah ke Jepang, negara ini juga membeli gas alam cair dari proyek Sakhalin-2.

Baca Juga: Siap-siap! Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100/Barel Tanpa Minyak Mentah Rusia

LNG Rusia menyumbang sekitar 9% dari total impor gas alam cair Jepang. Perusahaan utilitas JERA mengimpor gas dari Sakhalin-2 berdasarkan kontrak yang berakhir pada 2026 dan 2029.

Bulan lalu, setelah saran Presiden Donald Trump agar Jepang berhenti membeli komoditas energi Rusia, pemerintah menegaskan kembali sikapnya. Menteri ekonomi mencatat bahwa negara itu telah "secara bertahap mengurangi ketergantungannya pada energi Rusia."
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo