JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan lima helikopter untuk membawa bantuan bagi korban
banjir di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh. Helikopter tersebut nantinya akan menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang terisolir.
"Kita membawa 5 helikopter ya. Ada Heli Panther, mudah-mudahan nanti bisa didukung juga oleh Heli Bell, dan mereka tugasnya juga akan membantu terutama men-drop bahan logistik," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Kolinlamil, Jakarta Utara, Minggu (30/11/2025).
Ali menyampaikan helikopter ini dikerahkan karena akses jalur darat seperti jalan ataupun jembatan rusak diterjang bencana. Maka dengan pengerahan helikopter ini, diharapkan bantuan bisa secepat mungkin diterima oleh warga.
Baca juga: Update Korban Banjir-Tanah Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar: 316 Orang Meninggal Dunia "Harapannya helikopter yang kita bawa ini juga bisa langsung ke daerah-daerah, lokasi yang sulit dijangkau, dan bisa men-drop bantuan logistik di sana, terutama yang jalannya terputus akibat bencana alam, saya dengar banyak jalan yang terputus baik di Sibolga, Sumut, maupun di Aceh," ujar dia.
Selain helikopter, TNI AL juga mengerahkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk mengangkut lebih banyak bantuan. Pada pagi ini, tiga KRI yang membawa bantuan diberangkatkan dari Kolinlamil, Jakarta Utara.
"Jadi pada pagi hari ini serentak kita akan mengirim dari Jakarta tiga KRI ya. Yaitu KRI dr. Soeharso, KRI Semarang, dan KRI Teluk Gilimanuk. Nanti mereka split, ada yang ke Lhokseumawe, kemudian ada yang ke Nias, ada yang ke Sibolga, ke Langsa juga," kata Ali di Kolinlamil, Jakarta Utara.
Baca juga: BNPB: Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga Masih Terisolir, Banyak Warga Terjebak "Dan menyusul KRI dr. Radjiman juga nanti dari Surabaya langsung berangkat menuju lokasi di Sibolga dan KRI Sutedi Senoputra saat ini dari Belawan sudah langsung menuju Aceh, Lhokseumawe," sambungnya.
Tak hanya membawa alutsista, TNI juga memberangkatkan tenaga kesehatan dan Zeni Kontruksi ke masing-masing wilayah terdampak. Prajurit kesehatan nantinya akan membantu penyembuhan korban yang sakit pasca bencana ini.
(cip)