JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (
Kemendikdasmen ) terus bergerak memulihkan proses pelaksanaan pendidikan di tiga provinsi terdampak
bencana , yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Saat ini, Kemendikdasmen melakukan pendataan sekolah-sekolah yang rusak, memetakan keperluan untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar, serta pemberian layanan psikososial bagi para korban.
Baca juga: Sumbar Dilanda Bencana, Resepsi Pernikahan Putri Gubernur Mahyeldi Ditunda “Atas nama pribadi dan Kemendikdasmen saya menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat yang terdampak musibah. Kemendikdasmen telah menyediakan alokasi dana sebesar Rp13,3 miliar untuk bantuan bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut," ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti, melalui siaran pers, Selasa (2/12/2025).
Selain itu, tambahnya, Kemendikdasmen menghimpun dana melalui Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) Kemendikdasmen. Ia juga mengajak masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu korban terdampak bencana.
Baca juga: Update Banjir-Longsor Aceh dan Sumatera: 604 Orang Meninggal, 464 Hilang, 2.600 Luka-luka Terkait pemberian bantuan, Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen telah menyiapkan sejumlah peralatan sekolah dan bantuan lainnya untuk para murid terdampak bencana.
Namun, saat ini akses menuju lokasi masih dipulihkan. Oleh karena itu, sementara ini Kemendikdasmen secara intens berkomunikasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah untuk mendata sekolah dan sarana pendidikan yang rusak serta bantuan yang dibutuhkan para korban.
Lebih lanjut, Mu’ti juga mengajak kepada seluruh pihak untuk dapat bergotong-royong membantu para korban terdampak bencana. Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah memastikan bahwa para korban terdampak bencana ini dapat di tangani dengan baik.
“Ketika data akurat sudah terkumpul, berikutnya kita bisa menyusun langkah-langkah untuk bagaimana agar pembelajaran bisa dilakukan. Seperti melakukan pendampingan psikososial untuk anak-anak dan memprioritaskan sekolah terdampak agar mendapatkan bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di tahun depan,” pungkasnya.
(nnz)