floating-Singapura Larang Siswa...
Singapura Larang Siswa Gunakan HP dan Smartwatch di Sekolah Mulai 2026
Singapura Larang Siswa...
Singapura Larang Siswa Gunakan HP dan Smartwatch di Sekolah Mulai 2026
Kamis, 04 Desember 2025 - 16:00 WIB
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Singapura (Ministry of Education/MOE) menetapkan regulasi aturan penggunaan handphone dan smartwatch di jenjang sekolah menengah. Mulai Januari 2026, seluruh dilarang menggunakan perangkat tersebut selama jam sekolah, termasuk saat waktu istirahat dan kegiatan ko-kurikuler (CCA).

Kebijakan ini merupakan perluasan dari pedoman yang sudah berlaku sebelumnya, di mana HP smartphone dan smartwatch hanya dilarang digunakan saat jam pelajaran. MOE menyampaikan langkah ini diambil untuk membentuk kebiasaan penggunaan gawai yang lebih sehat di kalangan pelajar.

Baca juga: Anak-Anak Tanpa Smartphone

Aturan Diperluas Hingga Waktu Istirahat, CCA, dan Kegiatan Tambahan



MOE menjelaskan bahwa mulai 2026, larangan penggunaan smartphone mencakup seluruh jam sekolah, termasuk waktu-waktu non-pelajaran seperti istirahat, kegiatan CCA, serta pelajaran tambahan, remedial, atau enrichment class. Selama berada di sekolah, perangkat siswa akan disimpan di tempat khusus atau di dalam tas mereka.

“Jika diperlukan, sekolah dapat memberikan pengecualian,” tulis MOE dalam rilis tersebut, dikutip dari CNA, Kamis (4/12/2025).

Baca juga: 6 Negara yang Melarang Penggunaan Ponsel di Ruang Kelas Sekolah

Langkah ini selaras dengan kebijakan yang sudah lebih dulu diterapkan di sekolah dasar sejak peluncuran strategi kesehatan nasional Grow Well SG. Beberapa sekolah menengah yang telah menerapkan aturan serupa juga melaporkan dampak positif, seperti meningkatnya fokus belajar, interaksi fisik antar siswa, dan kesejahteraan emosional.

Aturan Diiringi Peningkatan Pengawasan Screen Time



Kebijakan ini juga merespons temuan survei Kementerian Pengembangan Digital dan Informasi yang menunjukkan banyak anak melebihi batas waktu layar harian yang direkomendasikan oleh Ministry of Health (MOH).

MOE menegaskan bahwa meskipun pedoman diberikan secara nasional, setiap sekolah tetap memiliki kewenangan untuk menyusun aturan disiplin yang sesuai dengan kebutuhan.

Untuk penyalahgunaan smartphone, sekolah akan bekerja sama dengan siswa dan orang tua untuk mencari akar permasalahan dan memberikan edukasi penggunaan perangkat yang lebih bertanggung jawab.

“Jika diperlukan, tindakan disiplin dapat diterapkan agar siswa memahami konsekuensi dari tindakan mereka,” jelas MOE.

Siswa Tingkat Atas Tetap Boleh Gunakan Gadget dengan Batasan



Untuk siswa di junior college dan Millennia Institute, MOE menyatakan bahwa mereka dianggap sudah memiliki keterampilan mengatur diri yang lebih kuat sehingga diperbolehkan menggunakan smartphone di luar jam pelajaran. Namun, penggunaan tetap dibatasi saat pelajaran, kecuali mendapat izin dari guru.

Jam “Tidur Perangkat” Dimajukan Jadi 22.30



Sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan digital sehat, MOE juga mengumumkan perubahan pengaturan Device Management Application (DMA) pada perangkat belajar pribadi. Jam “sleep mode” default akan dimajukan dari 23.00 menjadi 22.30 untuk mendorong siswa tidur lebih awal.

“Kami mendorong orang tua yang memberikan batasan lebih longgar pada perangkat anak di luar jam sekolah untuk mempertimbangkan mengikuti perubahan ini,” ujar MOE.

Sosialisasi Kebijakan Melalui Sekolah dan Orang Tua



Minister of State for Digital Development and Education, Jasmin Lau, menyampaikan lewat unggahan Instagram bahwa rincian aturan akan diumumkan lebih lanjut oleh masing-masing sekolah. Ia berharap orang tua terus menjadi mitra dalam mendampingi penggunaan teknologi secara seimbang.

MOE memastikan bahwa penjelasan mengenai pedoman baru ini akan disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk pengarahan awal tahun, buku panduan siswa, situs web sekolah, serta sesi khusus dengan orang tua.

“Pendekatan ini akan membantu membangun ekspektasi yang jelas dan memperkuat kemitraan sekolah–keluarga untuk membentuk kebiasaan digital yang lebih sehat,” ujar MOE.
(nnz)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah