floating-Tingkatkan Profesionalitas...
Tingkatkan Profesionalitas Insan Media, Wamenkomdigi-IJTI Jakarta Gelar Uji Kompetensi
Tingkatkan Profesionalitas...
Tingkatkan Profesionalitas Insan Media, Wamenkomdigi-IJTI Jakarta Gelar Uji Kompetensi
Sabtu, 06 Desember 2025 - 16:18 WIB
JAKARTA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jakarta menggelar Uji Kompetensi Jurnalistik (UKJ) untuk jurnalis tingkatan muda di Hall Dewan Pers pada 5–6 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta dari berbagai media televisi nasional.

UKJ Mandiri IJTI Jakarta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo. Selama ini Komdigi juga mendukung peningkatan kompetensi jurnalis yang sekaligus berperan penting di tengah disrupsi AI

Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan menyebut UKJ digelar sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas jurnalis, sekaligus memperkuat profesionalisme di tengah tantangan industri media yang kian kompleks. Herik juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengaruhnya terhadap ekosistem informasi, di mana menurutnya, di era banjir informasi dan teknologi generatif, peran jurnalis profesional justru semakin vital.

Baca juga: IJTI Gelar UKJ, Perkuat Profesionalisme di Tengah Tantangan Industri Media yang Kian Kompleks

"Saat ini peran para jurnalis semakin penting. Mengapa? Karena tinggal para jurnalislah yang kemudian bisa menjamin informasi yang faktual kepada masyarakat. Karena kenapa? Kalau AI itu kan kita gak tahu itu benar apa enggak," ungkapnya, Jumat (5/12/2025).

Herik menegaskan ada pertarungan besar antara jurnalis profesional dan penyalahgunaan AI untuk kepentingan yang tidak baik. Karena itu, sertifikasi kompetensi diperlukan untuk memastikan jurnalis yang teruji memiliki tanggung jawab moral dalam menjalankan profesinya.

"Sangat penting kenapa orang untuk kemudian diuji. Karena orang-orang yang sudah teruji ini mereka punya tanggung jawab yang besar untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai orang yang sudah dinyatakan kompeten," ungkapnya.

Baca juga: Hari Kebebasan Pers Sedunia, IJTI Serukan Perlindungan Jurnalis dan Kedaulatan Informasi

Selain untuk menghadapi disrupsi AI, serifikasi jurnalis juga dinilai penting sebagai filter di tengah maraknya banjir informasi di media sosial. Herik menjelaskan jurnalis memiliki peran memberikan gambaran utuh kepada masyarakat, khususnya dalam peristiwa penting seperti bencana.

Herik berharap UKJ yang digelar IJTI bisa menjadi dorongan penting bagi generasi jurnalis muda untuk memperkuat profesionalisme dan menjaga integritas informasi di era disrupsi digital. Menurut Herik, persaingan di dunia media kian ketat sehingga jurnalis dituntut memiliki kemampuan yang semakin beragam.

"Harapan saya bersama Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo, setelah dinyatakan kompetensi, mereka terus meningkatkan kapasitas, kemampuannya, supaya karya jurnalistik yang bisa lebih berkualitas lagi. Jangan sampai kemudian, setelah uji kompetensi ini dinyatakan kompetensi, sudah berhenti sampai di level tersebut," katanya.
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta