floating-Kebaya Resmi Dapat Sertifikat...
Kebaya Resmi Dapat Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Dunia UNESCO
Kebaya Resmi Dapat Sertifikat...
Kebaya Resmi Dapat Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Dunia UNESCO
Senin, 08 Desember 2025 - 10:41 WIB
JAKARTA - Tim Nasional Kebaya Indonesia menerima salinan sertifikat penetapan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage) dari UNESCO.

Sertifikat tersebut diterima Ketua Tim Nasional Kebaya Indonesia Lana T Koentjoro dan Chief Editor buku "Kebaya, Keanggunan yang Diwariskan" Miranti Serad Ginanjar di Museum Nasional Indonesia, Selasa, 2 Desember 2025.

Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) kepada Kementerian Kebudayaan. Selanjutnya, Kementerian Kebudayaan yang diwakili Direktur Diplomasi Kebudayaan, menyerahkan kepada Pemerintah Daerah dan komunitas pengusul.

Baca juga: Reog, Kolintang, dan Kebaya Terima Sertifikat UNESCO, Komunitas Berharap Penguatan Dukungan

Tim Nasional Kebaya Indonesia dengan pembina Putri Kus Wisnu Wardani, Lestari Moerdijat, Kartini Sjahrir, terdiri dari komunitas Perempuan Indonesia Maju, Pertiwi Indonesia, Pencinta Sanggul Nusantara, Citra Kartini Indonesia, Himpunan Ratna Busana Surakarta, Warisan Budaya Indonesia.

Termasuk Perempuan Berkebaya Indonesia, Kebaya Foundation, Sekar Ayu Jiwanta, Komunitas Notaris Indonesia Berkebaya, Cinta Budaya Nusantara, Rampak Sarinah, merupakan komunitas pengusul kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage) UNESCO.

"Semangat perjuangan komunitas pengusul membuahkan hasil yang baik dan berharap sinergitas terus dilakukan di segala lini agar upaya pelestarian kebaya dapat berkelanjutan," ujarnya, Senin (8/12/2025).

Baca juga: Kebaya Menari Tampil Memukau di Panggung Festival Tari Internasional di Paris

Lana menyatakan, dengan adanya pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO, bukanlah akhir pencapaian dari upaya yang dilakukan oleh komunitas mengingat tugas pelestarian tetap perlu dijalankan dengan melibatkan sebanyak mungkin generasi penerus dan mempromosikan kebaya ke manca negara.

Senada, Miranti menambahkan saat ini sedang menyusun penerjemahan buku “Kebaya, Keanggunan Yang Diwariskan” ke dalam bahasa Inggris. Upaya ini dilakukan agar kebaya lebih dihargai secara global sebagai living heritage.

Menurut Miranti .elalui buku ini diplomasi budaya dapat terus berkembang, mengenalkan nilai keanggunan, keberagaman tradisi serta kreativitas perempuan Indonesia di kancah internasional.

"Akses pembaca global akan membuka peluang kolaborasi bagi para desainer, pengrajin kebaya dan pelaku UMKM," katanya.
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO