JAKARTA - Quentin Stanislavski Kusnandar, putra bungsu mendiang aktor
Epy Kusnandar mengenang sosok ayahnya di film Qorin 2. Project film ini ternyata adalah project pertama dan terakhir mereka bermain bersama.
Di tengah suasana haru saat ditemui usai screening film Qorin 2 di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta Selatan, Quentin datang mengenakan seragam PNS dengan name tag "Guntur". Bukan tanpa alasan, Qiu (panggilan Quentin) memakai seragam itu sebagai simbol keinginan terakhir sang ayah yang tak sempat terwujud.
"Ini film pertama dan terakhir aku satu project sama Papi. Aku bangga banget bisa satu frame sama Papi,” kata Qiu dengan suara bergetar.
Baca Juga : Anak Epy Kusnandar Siap Lanjutkan Jejak Ayahnya di Dunia Perfilman "Kemauan Papi waktu itu pengen datang ke sini pakai seragam PNS sama Bunda dan anak-anak karyawan di warung barunya. Tapi nggak kesampean. Jadi biar aku aja yang ngelakuin,” ujarnya.
Di film Qorin 2, Qiu dan almarhum Epy Kusnandar memang tidak berperan sebagai ayah dan anak. Bahkan keduanya tampak tidak pernah satu frame.
Namun ada momen sederhana yang membekas di hati Qiu selama proses syuting yaitu saat berboncengan motor bersama sang ayah menuju lokasi latihan. Ia mengaku berharap momen itu bisa terulang setiap hari, namun takdir berkata lain.
"Itu udah lama banget aku nggak boncengan motor sama Papi. Dan itu sangat-sangat berkesan,” katanya.
Baca Juga : Firasat sebelum Meninggal, Epy Kusnandar ke Anak-anak: Mungkin Ini Pertemuan Terakhir Quentin tampaknya satu-satunya putra almarhum Epy yang sangat ingin mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang aktor. Sebelum berpulang, Epy juga sempat memberi pesan mendalam pada Quentin untuk menghadapi dunia akting.
Menurut almarhum, hal yang paling penting dalam dunia akting adalah tentang kejujuran rasa.
"Papi bilang aku harus terus bergerak melalui rasa dan pikiran tanpa hambatan batin. Lakukan, lalu ulang beribu-ribu kali,” pungkas Windy.
Lewat Qorin 2, bukan hanya sebuah film yang lahir tapi juga sebuah kenangan terakhir antara ayah dan anak yang kini abadi di layar lebar.
(wur)