floating-Perbanas Institute Gelar...
Perbanas Institute Gelar Literasi Keuangan dan Keamanan Digital bagi Gen Z
Perbanas Institute Gelar...
Perbanas Institute Gelar Literasi Keuangan dan Keamanan Digital bagi Gen Z
Senin, 08 Desember 2025 - 22:37 WIB
JAKARTA - Literasi keuangan dan keamanan digital bagi pelajar perlu terus diperkuat. Hal ini penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial yang aman dan bertanggung jawab.

"Kalian adalah generasi digital native yang sejak kecil telah akrab dengan teknologi. Tapi teknologi yang memudahkan hidup ini tetap perlu disikapi dengan hati-hati, cerdas, dan bertanggung jawab. Hari ini bukan hanya soal memahami dunia digital, tetapi tentang bagaimana kalian menjaga data pribadi, memahami risiko keuangan, dan membangun masa depan yang lebih bijak," ujar Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Umum Perbanas Institute Prof Haryono Umar dalam talkshow bertema "Klik Aman, Dompet Nyaman: Jadi Gen-Z Cerdas di Dunia Digital" yang digelar Perbanas Institute, Senin (8/12/2025).

Acara yang berlangsung di Kampus Jakarta ini dihadiri oleh lebih dari 55 sekolah SMA/SMK se-Jakarta dan menghadirkan pembicara dari industri perbankan dan keamanan siber. Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber kompeten. Mereka adalah Vera Eve Lim (Komite Masyarakat Perbankan Peduli & Direktur Bank BCA), Lindawati Octaviani (Pengurus Perbanas & Direktur Bank SeaBank Indonesia), serta Jhehan Septiano (Kasubnit Siber Bareskrim Polri).

Baca Juga: Perbanas Institute Gaungkan Strategi Keuangan Berkelanjutan dalam SNAP 2025

Materi yang disampaikan meliputi cara mengelola uang sejak dini, penggunaan gadget secara bijak, hingga mengenali ancaman siber dan cara melindungi data pribadi. Para pembicara menekankan bahwa Gen-Z menjadi target empuk penipuan digital karena tingginya aktivitas online dan budaya berbagi informasi tanpa filter.

Sekretaris Jenderal Perbanas Anika Faisal menyoroti urgensi edukasi keamanan digital di kalangan pelajar. Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan data dan kejahatan finansial digital meningkat akibat lemahnya kebiasaan proteksi identitas digital.

"Banyak kasus penipuan tidak terjadi karena teknologi yang canggih, tetapi karena manusia lengah dan tergoda. Social engineering hari ini lebih berbahaya daripada sekadar malware. Yang dimainkan itu psikologi, kebiasaan online, dan rasa percaya. Jika tidak berhati-hati, ujung-ujungnya adalah rekening bank dan data pribadi yang menjadi korban," jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Perbanas Institute berharap pelajar tidak hanya mampu memanfaatkan platform keuangan digital seperti e-wallet, mobile banking, dan marketplace, tetapi juga memahami risikonya. Literasi finansial, menurut Perbanas, tidak sekadar soal transaksi digital, tetapi membangun kebiasaan mengatur uang, membuat keputusan finansial rasional, serta menjaga integritas digital.

Sebagai kampus yang berfokus pada pendidikan bisnis, keuangan, dan teknologi, Perbanas Institute berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membangun generasi muda yang sadar finansial, cerdas digital, dan mampu menjaga keamanan data pribadi dalam ekosistem transaksi digital.
(zik)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting