JENDERAL TNI
Leonardus Benny (LB) Moerdani pernah mendapat pujian dari mantan Presiden Filipina Fidel Ramos. Legenda di dunia militer dan intelijen Indonesia itu berhasil meyakinkan negara-negara ASEAN bahwa Vietnam tidak berbahaya.
Betul saja, di kemudian hari keyakinan Benny akhirnya terbukti. Vietnam menjadi salah satu kekuatan ASEAN. "ASEAN berutang banyak kepada Benny Moerdani," ujar Fidel Ramos.
Baca juga: 3 Pangdam Lulusan Akmil 1991 Teman Seangkatan Panglima TNI dan Wakil Panglima Benny berperan besar dalam proses pembentukan negara dan pemerintahan negara sahabat untuk bergabung dalam organisasi bernama ASEAN.
Jenderal kesayangan Presiden Soeharto itu memang kerap ditempatkan di negara-negara yang rawan konflik. Ketika terjadi konflik di Irian Barat dengan Belanda, Benny yang saat itu berpangkat kapten ditugaskan negara berangkat ke medan perang.
Benny dan pasukannya mampu membuktikan dengan menjalankan misi negara dengan baik meski harus kehilangan sejumlah prajuritnya. Karena keberhasilan tersebut, Benny dan pasukannya mendapatkan anugerah Bintang Sakti dan kenaikan pangkat luar biasa.
Kiprah selanjutnya Benny ketika konflik dengan Malaysia. Dia ikut dalam operasi penyusupan anti-Malaysia di wilayah Kalimantan yang tak kalah ganasnya dengan hutan di Irian Barat. Ketika itu, Benny menyamar menjadi anggota pasukan anti-Malaysia.
Di masa itu, Malaysia belum merdeka dan Presiden Soekarno menganggap Malaysia merdeka sebagai upaya Inggris melebarkan sayap kolonialismenya. Malaysia hanya dijadikan boneka penjajah.
"Meski sempat hampir tewas di sana, tugas Pak Benny tetap dianggap berhasil di Kalimantan Utara," kata Dodi Mawardi melalui bukunya Belajar Uji Nyali dari Benny Moerdani, Dia Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang.
Terhadap penumpasan berbagai konflik di Tanah Air, Benny selalu menjadi pilihan untuk ditugaskan mulai dari penumpasan pemberontak PPRI di Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga mengatasi Permesta di Sulawesi Utara.
Kemampuannya bertempur, tahan banting, tanpa kompromi memimpin pasukan dan mengatasi konflik mulai terkenal di kalangan militer.
(jon)