JAKARTA - KBRI Beijing dan The Center for China and Globalization (CCG), lembaga think tank ternama di China menggelar forum dialog hubungan
diplomatik Indonesia-China. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan China digelar di Beijing.
Forum dialog tersebut dibuka oleh mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirayudha yang di dalam pidato kuncinya berharap agar hubungan bilateral di antara kedua negara besar di kawasan ini semakin erat dari waktu ke waktu di tengah-tengah gejolak dunia akhir-akhir ini.
Tampil sebagai pembicara dalam forum tersebut antara lain: Duta Besar Imron Cotan dan Rizal Sukma (CSIS) dari pihak Indonesia. Sementara dari pihak China, beberapa akademisi ternama di antaranya pakar politik Beijing Foreign Studies University Profesor Ren Xiao, Fudan University Profesor Xue Rong; pakar Indonesia Profesor Xu Liping; dan Research Fellow CCG Zoon A. Khan.
Baca juga: Momen Prabowo-Xi Jinping Saling Jabat Tangan Erat saat Bertemu di KTT APEC Duta Besar (Dubes) Imron Cotan menekankan arti penting dari hubungan bilateral kedua negara sebagai jangkar penjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan kawasan Indo-Pasifik, bersama dengan negara-negara kunci lain di kawasan, antara lain, yaitu India, Jepang, Korea Selatan dan juga Australia.
Dalam konteks ini penguatan hubungan bilateral Indonesia – China berperan sentral, dengan catatan bahwa peran Indonesia dalam jalur pasok China perlu segera ditingkatkan, tidak hanya sekedar memasok bahan-bahan semi-olah atau mentah, seperti besi, nikel, atau minyak sawit. Kesejahteraan adalah kunci bagi penguatan arsitektur keamanan di kawasan.
Baca juga: Prabowo Berdiri Sejajar dengan Putin, Xi Jinping, dan Kim Jong-un saat Foto Bersama di Victory Day China Seluruh pembicara sepakat bahwa memang peningkatan hubungan Indonesia – China berkontribusi positif terhadap stabilitas keamanan dan kesejahteraan bersama. Untuk itu, tidak terdapat alternatif lain, selain lebih meningkatkan kerjasama kedua negara pada sektor-sektor politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Dalam pidato pembukaannya Duta Besar RI untuk Beijing, Djauhari Oratmangun, juga mengapresiasi tekad dan capaian dari para pemimpin kedua negara untuk terus memupuk kerja sama, seperti yang tecermin pada volume perdagangan dua arah, yang telah mendekati USD150 miliar.
(cip)