floating-Harga CPO Diprediksi...
Harga CPO Diprediksi Terangkat pada 2026, Begini Penjelasannya
Harga CPO Diprediksi...
Harga CPO Diprediksi Terangkat pada 2026, Begini Penjelasannya
Kamis, 11 Desember 2025 - 11:24 WIB
JAKARTA - Prospek harga minyak sawit mentah ( CPO ) pada 2026 diperkirakan tetap berada di level tinggi. Analis menilai kondisi ini terjadi seiring pasokan global yang ketat dan produktivitas perkebunan yang stagnan.

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga menilai, pasar CPO memasuki fase pertumbuhan produksi yang melambat, baik di Indonesia maupun Malaysia sehingga memicu potensi penguatan harga hingga MYR4.800 per ton (dalam mata uang Ringgit Malaysia (MYR).

"Dengan suplai yang relatif terbatas dan permintaan yang relatif solid, kami memperkirakan harga CPO diperkirakan akan bergerak di MYR 4200-4800/MT pada FY26F," ujarnya dalam Sector Update, dikutip Kamis (11/12/2025).

Baca Juga: Harga CPO Mei 2024 Ditetapkan USD877,28/MT, Melonjak 2%



Adapun produksi global diproyeksikan tidak banyak berubah pada FY26F karena dua produsen terbesar masih menghadapi masalah struktural, yakni profil tanaman yang menua serta program peremajaan yang berjalan lambat. Data mencatat, Indonesia sebagai penghasil utama CPO mencatatkan produksi sekitar 44 juta ton pada 2024. Angka ini turun 9,3% akibat dampak kekeringan El Niño.

Aditya menjelaskan target replanting pemerintah yang mencapai 500 ribu hektare sejak 2018 belum tercapai. "Realisasi baru 365 ribu hektare hingga 2024," jelasnya.

Kondisi ini dinilai membatasi potensi peningkatan suplai dalam jangka pendek dan memperpanjang periode ketatnya pasokan global.

Sementara itu Malaysia, produsen terbesar kedua, mencatat kenaikan produksi 4,2% menjadi 19 juta ton. Adit menyebut pertumbuhan tersebut tidak cukup untuk mengimbangi kontraksi di Indonesia.

Secara kumulatif, produksi global CPO mencapai 79 juta ton pada 2024, turun 3 persen secara tahunan. Tren perlambatan ini juga terlihat dari pertumbuhan rata-rata 3,2 persen dalam periode 2010–2024.

Di sisi permintaan, konsumsi domestik Indonesia diperkirakan meningkat seiring implementasi program biodiesel B50 pada 2026. Kebutuhan FAME diproyeksikan mencapai lebih dari 19 juta kiloliter atau setara 21–22 juta ton CPO.

"Peningkatan konsumsi CPO untuk kebutuhan biodiesel berpotensi menekan ketersediaan pasokan untuk ekspor global dan mendorong kenaikan harga CPO secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat melemahkan daya saing Indonesia di pasar global," jelas Aditya.

Phintraco mencatat harga CPO dapat bergerak lebih tinggi apabila terjadi gangguan produksi akibat faktor cuaca. Proyeksi BMKG dan NOAA menunjukkan potensi pergeseran menuju kondisi La Niña pada akhir 2025 hingga awal 2026, sehingga curah hujan meningkat di sejumlah wilayah perkebunan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan aktivitas panen dan menghambat distribusi hasil, meskipun dampaknya masih bergantung pada intensitas curah hujan.

Aditya juga menyoroti eksposur pasar ekspor Indonesia juga diproyeksikan berubah setelah penandatanganan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA).

"Ini membuka akses masuk ke Uni Eropa sebagai importir CPO terbesar ketiga di dunia dengan permintaan 6-7 juta ton per tahun," jelasnya.

Peningkatan daya saing juga didukung oleh penurunan tarif impor CPO oleh India menjadi 10%. Baca Juga: Kejayaan Batu Bara dan CPO Meredup, Ekspor Indonesia Bakal Terus Turun hingga 2025

Kondisi pasokan yang terbatas, peningkatan konsumsi domestik dari program biodiesel, serta diversifikasi pasar ekspor masih akan menjaga harga CPO bergerak pada level sehat hingga FY26F.

Namun terdapat risiko volatilitas harga global, perubahan kebijakan ekspor, dan potensi kenaikan harga pupuk akibat ketegangan geopolitik. "Kenaikan harga yang terlalu agresif juga meningkatkan risiko substitusi oleh minyak nabati lain seperti soybean oil dan sunflower oil," ujarnya.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit