floating-Kisah Siswa Sekolah...
Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Jaktim, Dari Belum Pernah Menyentuh Laptop Kini Jadi Jago Desain Grafis
Kisah Siswa Sekolah...
Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Jaktim, Dari Belum Pernah Menyentuh Laptop Kini Jadi Jago Desain Grafis
Jum'at, 12 Desember 2025 - 09:02 WIB
SEBUAH sudut di Jakarta Timur, belasan anak duduk rapi di depan laptop. Jari-jemari mereka lincah menggerakkan kursor, membentuk pola warna, garis, dan tipografi. Enam bulan lalu, sebagian besar dari mereka bahkan belum pernah menyentuh laptop.

Inilah Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 di Jakarta Timur (Jaktim), tempat anak-anak dari keluarga prasejahtera menjalani pendidikan berasrama yang menekankan kedisiplinan, kesehatan, dan kemampuan digital.

Baca juga: Pemerintah Buka Jalur Afirmasi ke Perguruan Tinggi untuk Lulusan Sekolah Rakyat

Guru besar transformasi itu adalah kepala sekolah mereka, Regut Sutrasto yang sejak awal mendampingi murid-murid Sekolah Rakyat.

"Anak-anak sudah terbiasa menggunakan laptop… salah satunya ini adalah dengan pemanfaatan teknologi digital, dan anak-anak sudah mulai belajar dengan mata pelajaran desain grafis. Dan ini adalah muatan lokal kami untuk membedakan. Ini adalah keunggulan dari kami," kata Regut dalam keterangannya, dikutip Jumat (12/12/2025).

Tantangan awal bukan main. Hampir seluruh siswa datang dari kondisi ekonomi sulit, beberapa bahkan berada di ambang putus sekolah. Kemampuan akademik mereka beragam, nyaris tidak ada yang pernah belajar komputer sebelumnya.

Namun, dalam enam bulan, perubahan itu terasa monumental. "Setidaknya perkembangan anak-anak ini dari segi akademiknya, dari segi karakternya, dari segi keagamaannya itu sudah mulai terbentuk," ujar Regut.

Dan yang paling menonjol adalah rasa percaya diri mereka meledak ketika diberi kesempatan menunjukkan karya desain. "Anak sering kita tampilkan kegiatan pembiasaan untuk tampil di depan, sesuai dengan bakat dan minatnya. Jadi nanti berkembang anak-anaknya. Dari kepercayaan diri berkembang," katanya.

Baca juga: Kirim Pesan ke Menkeu Purbaya, Siswa Sekolah Rakyat: Semangat Memajukan Ekonomi Indonesia

Kini, mereka tak hanya berani tampil. Mereka bangga menunjukkan poster digital, logo sederhana, hingga kartu ucapan yang mereka buat dengan software desain grafis dasar.

Di sekolah berasrama ini, laptop menjadi simbol harapan baru. Banyak dari anak-anak ini tumbuh di keluarga yang bahkan tidak memiliki ponsel pintar layak. Kini mereka belajar mengetik, mengelola folder, mengedit gambar, hingga membuat desain visual yang menarik.

"Anak-anak sudah, sudah terbiasa ya dengan hal-hal yang berbau digital itu kan sudah cukup luar biasa bagi kami," tutur Regut bangga.

Muatan lokal desain grafis dipilih bukan tanpa alasan. Regut ingin memberi mereka keunggulan nyata yang bisa menjadi modal hidup kelak. "Setidaknya anak-anak dari keluarga yang paling bawah, bisa nanti akan mendapatkan pendidikan yang unggul," tekannya.

Di balik kecakapan digital mereka, ada pola hidup teratur yang mengakar. Sejak hari pertama, anak-anak dibiasakan bangun pagi, beribadah, senam, menjaga kebersihan diri, belajar, hingga refleksi malam bersama wali asuh.

"Pagi-pagi itu kita sudah membuat pola kehidupan anak, pola keteraturan hidup anak, kedisiplinannya sudah mulai terbentuk," jelas Regut.

Kedisiplinan ini pula yang membantu mereka mampu duduk fokus di depan laptop, sebuah kemampuan baru yang dulu nyaris mustahil mereka bayangkan.

Dengan bekal karakter kuat dan kemampuan digital yang terus diasah, Regut mulai merancang masa depan lebih besar untuk para siswa. "Ke depan pun nanti anak-anak ini kita arahkan untuk sekolah-sekolah yang unggulan, seperti Sekolah Garuda," kata Regut.

Kini, setiap goresan desain yang tampil di layar laptop bukan hanya karya latihan, melainkan pintu baru yang membawa mereka keluar dari keterbatasan.

Dari anak-anak yang pernah kesulitan belajar, kini tumbuh para desainer kecil yang percaya diri dan siap bersaing. Di Sekolah Rakyat, teknologi bukan sekadar mata pelajaran, tetapi jembatan menuju masa depan yang lebih terang.
(shf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Rekrutmen PPPK Guru...
Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Link Pendaftarannya
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul