floating-Hari Kelima Perang Lawan...
Hari Kelima Perang Lawan Kamboja, PM Thailand Ungkap Panggilan Telepon Trump
Hari Kelima Perang Lawan...
Hari Kelima Perang Lawan Kamboja, PM Thailand Ungkap Panggilan Telepon Trump
Jum'at, 12 Desember 2025 - 17:59 WIB
BANGKOK - Pertempuran antara Kamboja dan Thailand telah memasuki hari kelima, dengan Kamboja menuduh militer Thailand terus melakukan penembakan. Perdana Menteri sementara Thailand, Anutin Charnvirakul, mengkonfirmasi ia dijadwalkan berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pasukan Thailand diduga melakukan serangan baru di tiga provinsi Kamboja pada dini hari Jumat (12/12/2025), menurut media Kamboja, The Khmer Times.

Surat kabar tersebut melaporkan pasukan Thailand melepaskan tembakan di daerah Ta Moan, Ta Kra Bei, dan Thmar Daun di provinsi Oddar Meanchey, Kamboja.

Surat kabar itu juga melaporkan penembakan oleh pasukan Thailand di daerah Phnom Khaing dan An Ses di provinsi Preah Vihear, serta daerah Desa Prey Chan dan Boeung Trakuan di provinsi Banteay Meanchey yang berdekatan.

Tidak ada korban jiwa baru yang dilaporkan setelah pertempuran yang kembali memanas.

Sebanyak 20 orang tewas di kedua negara, dengan hampir 200 lainnya terluka, sejak pertempuran kembali pecah pada hari Senin.

Diperkirakan 600.000 orang juga telah mengungsi di kedua sisi perbatasan Thailand-Kamboja sejak runtuhnya perjanjian damai yang ditengahi Trump pada bulan Oktober.

Dalam unggahan di Facebook, Kementerian Pertahanan Kamboja juga menolak klaim dari militer Thailand bahwa mereka menggunakan tentara bayaran asing untuk mengoperasikan drone bunuh diri dalam serangan mereka terhadap target di Thailand sebagai "berita palsu".

“Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja ingin menolak propaganda yang disebarkan di halaman Facebook Area Angkatan Darat ke-2 Thailand, yang menuduh Kamboja menggunakan orang asing untuk membantu meluncurkan drone FPV (first person view) dalam konflik perbatasan Kamboja-Thailand,” ungkap kementerian tersebut.

Secara terpisah, kementerian tersebut juga menolak tuduhan dari media Thailand yang menyatakan mereka sedang bersiap meluncurkan rudal PHL-03 buatan China dalam sengketa perbatasan tersebut.

PHL-03 adalah peluncur roket multi-laras yang dipasang di truk yang dapat menembakkan roket berpemandu dan tidak berpemandu dengan jangkauan 70 km hingga 130 km (43,5 mil hingga 81 mil), menurut basis data militer AS.

Sementara peluncur roket multi-laras BM-21 rancangan Soviet milik Kamboja hanya memiliki jangkauan 15 km hingga 40 km (9,3 mil hingga 25 mil).

“Kamboja menuntut pihak Thailand untuk secara sengaja berhenti menyebarkan berita palsu untuk mengalihkan perhatian dari pelanggaran hukum internasional dengan menjadikan Kamboja sebagai dalih untuk menggunakan senjata yang lebih keras terhadap Kamboja,” ungkap Kementerian Pertahanan.

Negara-negara tetangga di Asia Tenggara ini saling menuduh satu sama lain telah menyulut kembali konflik yang berpusat pada sengketa perbatasan yang telah berlangsung berabad-abad di sepanjang perbatasan mereka yang sepanjang 800 kilometer (500 mil), di mana kedua belah pihak mengklaim kepemilikan atas sejumlah kuil bersejarah.

Baca juga: Kapal Tanker Venezuela Dibawa ke AS, Gedung Putih Ancam Sita Lebih Banyak Kapal
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon