BALI -
Wisatawan mancanegara diminta untuk mematuhi aturan yang berlaku. Imbauan tersebut menyusul viralnya sebuah video parodi yang dibuat oleh turis asing di media sosial.
Pemerhati pariwisata sekaligus pendiri platform informasi wisata Hey Bali Giostanovlatto mengatakan video tersebut perlu dicermati serius dari perspektif pariwisata.
“Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya isi videonya, tetapi respons dan komentar dari wisatawan asing. Banyak dari mereka menganggap adegan itu sebagai hal yang biasa dan realistis,” kata Giostanovlatto, Sabtu (13/12/2025)
Giostanovlatto mengatakan,persepsi tersebut berpotensi berdampak pada arah pariwisata Bali ke depan. Giostanovlatto menilai citra destinasi sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan cerita yang dibagikan wisatawan di ruang digital.
Baca juga: 11,4 Juta Wisman Mengunjungi Indonesia, Turis ASEAN Mendominasi “Pariwisata Bali saat ini sedang diarahkan ke kualitas dan tanggung jawab. Namun konten viral seperti ini bisa menciptakan persepsi sebaliknya, bahwa pelanggaran aturan adalah hal yang bisa dinegosiasikan,” tuturnya.
Giostanovlatto juga menyoroti risiko segmentasi wisatawan yang keliru. Menurutnya, wisatawan yang menghargai aturan dan ketertiban bisa merasa ragu, sementara wisatawan yang tidak disiplin justru merasa mendapat pembenaran.
Baca juga: Tingkatkan Pengunjung, Pelaku Wisata di Bali Sasar Wisatawan Rusia dan Timur Tengah Namun, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait video tersebut. Hanya saja, Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah berulang kali menyatakan komitmen untuk mendorong pariwisata yang tertib, berkelanjutan, dan berkualitas.
Viralnya video ini menjadi pengingat bahwa citra pariwisata Bali kini tidak hanya dibentuk oleh promosi resmi, tetapi juga oleh narasi wisatawan di media sosial global.
Sebelumnya, video itu menjadi perhatian publik, menampilkan adegan pemberhentian lalu lintas di Bali yang diselesaikan dengan dugaan pemberian “uang damai” kepada petugas. Video berdurasi singkat itu telah ditonton ratusan ribu kali dan menuai beragam komentar, termasuk dari wisatawan internasional.
(cip)