floating-Kemendiktisaintek Dorong...
Kemendiktisaintek Dorong Aksi Kemanusiaan Kampus untuk Pemulihan Bencana Sumbar
Kemendiktisaintek Dorong...
Kemendiktisaintek Dorong Aksi Kemanusiaan Kampus untuk Pemulihan Bencana Sumbar
Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:58 WIB
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bergerak cepat bersama seluruh perguruan tinggi dalam merespons bencana banjir bandang , longsor, dan galodo yang melanda Sumatera Barat sejak akhir November 2025.

Melalui kekuatan akademik, jejaring sosial, dan kolaborasi multidisiplin, perguruan tinggi menjadi bagian penting dari upaya penyelamatan, pemulihan, hingga penguatan ketahanan masyarakat.

Hadir di Sumatera Barat, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi melakukan koordinasi intensif dan pemantauan bersama Rektor Universitas Andalas (Unand), tenaga medis setempat, Tim Satuan Tugas (Satgas), di Posko Kesehatan Universitas Andalas, yang saat ini menjadi salah satu klaster pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatera Barat, Jumat (12/12/2025).

Baca juga: Kemendiktisaintek Gerakkan Bantuan Berbasis Perguruan Tinggi untuk Bencana Banjir di Sumut

Dalam kunjungan lapangan, Dirjen Dikti menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan koordinasi yang dilakukan dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, dan menegaskan bahwa kolaborasi lintas kampus menjadi faktor penting dalam memperkuat efektivitas penanganan di lapangan.

“Kolaborasi antarperguruan tinggi ini berjalan sangat baik. Dengan menggabungkan tenaga dan sumber daya, penanganan di lapangan menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Dirjen Khairul, melalui siaran pers, dikutip Sabtu (13/12/2025).

Sementara itu, Relawan Kesehatan Unand menjelaskan bahwa posko kesehatan yang dijalankan berfungsi sebagai pusat pelaporan, pengolahan data kesehatan, serta pengendali distribusi tenaga medis. Saat ini sistem pelaporan kesehatan di posko tersebut mengacu pada Medical Data System (MDS) yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Setiap tenaga kesehatan yang turun ke lapangan menggunakan kode dan format standar WHO untuk melaporkan temuan kasus di wilayah terdampak.

“Melalui sistem yang sudah disesuaikan dengan standar WHO, setiap posko dapat melaporkan temuan kasus harian secara terstruktur, dan semua data dapat direkap setiap hari untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh pasien,” jelas relawan kesehatan Unand, Aldi.

Aksi kolektif ini merupakan gambaran pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kemanusiaan.

Sementara itu, sebelumnya diberitakan sejak hari pertama bencana, Unand bergerak menuju Palembayan, Agam, salah satu titik yang paling terdampak. Tim awal melakukan observasi cepat, memetakan kebutuhan paling mendesak, antara lain layanan kesehatan berkelanjutan, logistik medis, dan tenaga terlatih di lapangan.

Dari temuan tersebut, Unand mengerahkan tim medis lengkap, antara lain dokter spesialis ortopedi, telinga hidung dan Tltenggorokan, penyakit dalam, konsultan, dokter anak, ahli gizi, hingga dokter obgyn yang memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.

Keberangkatan berikutnya membawa logistik medis, apoteker, serta tenaga kesehatan masyarakat yang bekerja dari rumah ke rumah dan posko ke posko. Unand juga menjadikan Posko Tanggap Bencana sebagai pusat koordinasi kampus–relawan–perguruan tinggi sekitar, memastikan alur bantuan lebih terarah.

Sebanyak 497 mahasiswa diterjunkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Hidroklimatologi, untuk bergerak bersama warga setempat mempercepat proses pemulihan pasca bencana.

Kolaborasi antarkampus juga dilakukan Unand bersama Universitas Padjajaran (Unpad), bersinergi dalam pencarian korban hingga pendampingan psikososial.

Universitas Negeri Padang (UNP) mengaktifkan Posko UNP Peduli Bencana yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan distribusi bantuan ke Agam, Tanjung Raya, Padang, Pesisir Selatan, Solok, dan sejumlah titik lain.

Tim relawan lintas fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa bergerak melakukan pembersihan rumah warga, pemulihan fasilitas ibadah dan sekolah, konseling trauma, dan layanan kesehatan. Melalui UNP Charity, kampus menyalurkan bantuan ke Gunung Pangilun, Lubuk Minturun, Lubuk Buaya, Kuranji, Tunggul Hitam, Bungo Pasang, Koto Tangah, Bayang Utara, hingga Koto Sani.

Mahasiswa Teknik Otomotif UNP bersama Honda Hayati juga membuka servis motor gratis, membantu masyarakat kembali memiliki sarana transportasi yang layak.

UNP juga mencatat data penting sivitas terdampak, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tendik. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan yang lebih presisi. Sebagai kampus vokasi, Politeknik Negeri Padang (PNP) menurunkan operator alat berat dan teknisi terlatih, memastikan percepatan pemulihan infrastruktur.

Mini ekskavator PNP membantu pembersihan material di Cek Dam Unand untuk memulihkan kembali aliran air dan mencegah banjir. PNP mengerahkan relawan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) untuk evakuasi korban, pembersihan material longsor, dan pembukaan akses jalan di Palembayan.

Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang memprioritaskan langkah strategis berupa pemetaan kebutuhan pengungsi di Silaing Bawah, Islamic Center, dan Batu Taba. Kebutuhan bayi, tikar, makanan anak, perlengkapan sekolah, alat ibadah, hingga kebutuhan sanitasi dicatat secara detail oleh tim. KSR PMI ISI Padangpanjang menyalurkan paket logistik dari rumah ke rumah dan posko ke posko, bekerja sama dengan BPBD. Layanan psikososial berbasis seni disiapkan untuk membantu anak-anak dan warga yang mengalami tekanan pascabencana.

Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatra Barat menggerakkan puluhan hingga ratusan relawan melalui Posko UM Sumbar Peduli untuk melakukan pembersihan, pembukaan akses, pemberian layanan kesehatan gratis dan trauma healing. Tiga nagari prioritas: Pagadih, Sungai Landia, dan Malalak Timur yang menjadi pusat misi kemanusiaan kampus. Universitas Putra Indonesia YPTK bergerak ke titik-titik paling terdampak seperti Gunung Pangilun dan Batu Busuk dengan bantuan sembako, air bersih, peralatan kebersihan, hingga bantuan bayi.
(nnz)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Dugaan Kekerasan Seksual...
Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI, Kemendiktisaintek Tegaskan Pemeriksaan Masih Berjalan
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata