PIDIE JAYA - Jembatan Krueng Meureudu yang sebelumnya hancur akibat
bencana alam banjir bandang kini telah bisa digunakan secara terbatas. Perbaikan
jembatan penghubung Pidie Jaya-Bireuen ini dikebut pemerintah agar pendistribusian bantuan ke wilayah terdampak bisa berjalan efektif.
"Jembatan Krueng Meureudu yang menghubungkan wilayah Pidie Jaya-Bireuen sudah berfungsi secara terbatas pada Jumat (12/12/2025)," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dikutip Senin (15/12/2025).
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera, 1.016 Korban Meninggal Dunia dan 212 Masih Hilang Dia mengatakan pemerintah daerah masih melakukan perbaikan pada jembatan yang menghubungkan jalan ini. Jalan nasional lain yang menghubungkan jalan kecamatan terus dikebut penyelesaiannya.
Di sisi lain, Jalan Pidie-Aceh Tengah melalui Geumpang-Pameu-Simpang Uning yang merupakan jalan nasional masih putus. Namun, akses Gumpang-Pameu sudah dapat ditembus kendaraan roda 4 sampai Kecamatan Rusip Antara.
"Percabangan jalan nasional hingga Takengan belum dapat diakses. Pada kawasan ini sebanyak tiga jembatan putus dan pembersihan besar masih dilakukan antara Kabupaten Pidie hingga menuju Aceh Tengah," ujar Abdul Muhari.
Sedangkan akses Aceh Tengah-Nagan Raya via Lhok Seumot-Jeuram yang merupakan jalan nasional sudah dapat dilalui dengan kendaraan roda dua. Ini termasuk akses dari ujung jembatan Krueng Beutong ke Lhok Seumot-Jeuran.
Baca juga: Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat, TNI-Polri Jadi Garda Terdepan Proses penimbunan pada bagian ujung jembatan dan badan jalan terus dilakukan agar fungsional. Pemerintah menargetkan perbaikan selesai pada 17 Desember 2025.
Sementara itu akses dari Gayo Lues menuju Aceh Tenggara melalui Kutacane, jalan nasional, masih terputus. Dua jembatan putus dan terdapat longsoran atau amblas pada badan jalan.
"Penimbunan pada ujung jembatan dan pemasangan jembatan bailey masih berjalan untuk membuka akses penuh Gayo Lues – Aceh Tenggara. Satu titik jalan yang sempat terputus pada ruas di STA14+400 sudah terhubung dan berfungsi dilalui kendaraan roda dua dan empat pada Sabtu (13/12)," katanya.
Terkait dengan perbaikan jembatan, pemerintah daerah yang didukung Pospenas memfokuskan pada empat jembatan bailey. Tiga jembatan yang rusak berada di wilayah Kabupaten Bireuen.
Pertama, jembatan Teupin Reudeup di Kabupaten Bireuen, yang perkembangannya pada hari ini (13/12) mencapai 90 persen. Jembatan ini menghubungkan Bireuen menuju Lhokseumawe.
Kedua, perbaikan jembatan Kutablang, yang juga di wilayah Bireuen, mencapai 40,7 persen. Sehari sebelumnya pekerjaan infrastruktur darurat ini berjalan 28 persen.
Berikutnya jembatan Teupin Mane yang menghubungkan kabupaten ini menuju Takengon. Pekerjaan ini hampir berfungsi 100 persen. Hari ini, perkembangan perbaikan mencapai 92 persen.
Terakhir jembatan Jeurata di Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan ini menghubungkan Pidie-Takengon. Jembatan bailey yang dibangun dengan bentang 48 meter masih berkisar 1 persen. Hal tersebut disebabkan jalan menuju jembatan belum dapat dilalui kendaraan besar.
Selain akses jalan, faktor curah hujan berpotensi memperlambat penyelesaian perbaikan jembatan bailey. Namun demikian, para personel di lapangan telah bekerja keras untuk menghubungkan setiap jalan sehingga ini akan membantu pendistribusian logistik dan mobilisasi warga setempat .
(shf)