WASHINGTON - Sebuah pesawat penumpang hampir bertabrakan di tengah penerbangan dengan pesawat militer
Amerika Serikat (AS) di dekat pantai
Venezuela. Menurut laporan media-media Amerika, Senin (15/12/2025), insiden itu terjadi pada Jumat pekan lalu.
Associated Press (
AP) dan
New York Times, mengutip komunikasi radio dan data pelacakan penerbangan, melaporkan insiden tersebut terjadi di tengah peningkatan kekuatan Angkatan Laut AS di Karibia dan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang "teroris narkotika" di wilayah Venezuela.
Penerbangan JetBlue 1112 dilaporkan berpapasan dengan pesawat tanker pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS saat terbang dari Curaçao, sebuah pulau kecil di lepas pantai Venezuela, menuju Bandara Internasional John F Kennedy di New York City.
Baca JugaA: AS Rampas Kapal Tanker Raksasa, Diduga Angkut Minyak Venezuela ke Iran Sekitar 20 menit setelah lepas landas, pesawat penumpang itu tiba-tiba kehilangan ketinggian di tengah pendakian. “Kami hampir mengalami tabrakan di udara di sini,” kata seorang pilot JetBlue seperti dikutip dari data komunikasi radio.
“Mereka lewat tepat di jalur penerbangan kami...Mereka tidak menyalakan transponder mereka; ini keterlaluan," kesal pilot tersebut.
Juru bicara JetBlue, Derek Dombrowski, mengatakan pada hari Minggu bahwa maskapai tersebut telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang AS.
“Anggota kru kami dilatih tentang prosedur yang tepat untuk berbagai situasi penerbangan, dan kami menghargai kru kami karena segera melaporkan situasi ini kepada tim kepemimpinan kami,” katanya tanpa merinci jumlah penumpang di penerbangan tersebut saat insiden terjadi.
Juru bicara Komando Selatan AS, Kolonel Manny Ortiz, mengatakan pihaknya menyadari laporan baru-baru ini mengenai operasi pesawat militer AS di Karibia. "Saat ini sedang meninjau masalah tersebut," katanya.
Dia menambahkan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama."Militer sedang bekerja melalui saluran yang tepat untuk menilai fakta-fakta seputar situasi tersebut," ujarnya.
Sejak September, militer AS telah menewaskan lebih dari 80 orang dalam serangan terhadap kapal-kapal yang diduga milik kartel narkoba, yang menurut Trump digunakan oleh pemerintah Venezuela untuk "membanjiri" Amerika Serikat dengan narkotika.
Venezuela membantah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba dan mengatakan rentetan serangan AS itu adalah bagian dari rencana "kolonial" untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dan menjarah sumber daya alam negara tersebut.
(mas)