BEIJING - China menentang setiap tindakan intimidasi sepihak dan mendukung permintaan Venezuela untuk mengadakan pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB sebagai tanggapan atas tindakan Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu diungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers pada hari Kamis (18/12/2025).
"China menentang semua tindakan unilateralisme dan intimidasi, dan mendukung negara-negara dalam membela kedaulatan dan martabat nasional mereka," ungkap juru bicara tersebut.
Ia menambahkan Venezuela berhak untuk secara independen mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara lain.
"Kami percaya komunitas internasional dapat memahami dan mendukung sikap Venezuela dalam melindungi hak dan kepentingannya yang sah. China mendukung permintaan Venezuela untuk mengadakan sesi darurat Dewan Keamanan PBB," ungkap Guo.
Kepresidenan Dewan Keamanan PBB, yang saat ini dipegang Slovenia, telah mengkonfirmasi permintaan Venezuela untuk pertemuan tersebut dan sedang berkonsultasi dengan anggota Dewan lainnya.
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengancam Venezuela dengan kejutan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menuntut agar Caracas mengembalikan apa yang ia sebut sebagai minyak, tanah, dan aset AS lainnya yang "dicuri".
Pernyataan ini dibuat bersamaan dengan janji untuk segera memulai serangan terhadap para penyelundup narkoba di darat sebagai bagian dari kampanye anti-narkotika Washington yang lebih luas di kawasan tersebut.
Perwakilan Tetap Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, menyamakan kebijakan AS saat ini dengan tindakan agresor selama Perang Dunia II, menuduh pemerintahan Trump mendestabilisasi hubungan internasional.
Baca juga: Hotel Jepang Tolak Reservasi dari Warga Israel karena Tindakan pada Rakyat Palestina (sya)