floating-TikTok Jatuh ke Pelukan...
TikTok Jatuh ke Pelukan Sahabat Benjamin Netanyahu: Waspada Israelisasi Algoritma dan Pembungkaman Suara Palestina
TikTok Jatuh ke Pelukan...
TikTok Jatuh ke Pelukan Sahabat Benjamin Netanyahu: Waspada Israelisasi Algoritma dan Pembungkaman Suara Palestina
Jum'at, 19 Desember 2025 - 20:46 WIB
WASHINGTON - Alih-alih sekadar menjadi aset murni Amerika demi alasan "keamanan nasional", TikTok justru terseret ke dalam pusaran agenda yang jauh lebih spesifik dan kontroversial: ambisi Zionis melalui sang miliarder teknologi Larry Ellison, yang juga pemilik Oracle.

Kesepakatan yang diteken di penghujung kekuasaan Joe Biden dan transisi ke Donald Trump ini bukan lagi soal perang dagang Amerika-China semata, melainkan tentang siapa yang berhak memegang kendali atas "senjata" terkuat dalam perang opini global hari ini.

Di permukaan, narasi yang dibangun adalah penyelamatan data warga Amerika Serikat. Namun, struktur kepemilikan baru TikTok menyingkap realitas yang membuat aktivis kemanusiaan dan pengamat demokrasi menahan napas.

Konsorsium yang dipimpin oleh Oracle—perusahaan perangkat lunak milik Larry Ellison—bersama Silver Lake dan MGX, kini menguasai 80,1 persen saham entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC.

Sementara itu, ByteDance dipaksa mundur ke sudut sempit dengan sisa kepemilikan minoritas sebesar 19,9 persen.

Larry Ellison: Sang Oligarki di Balik Layar

Sorotan utama dalam mega-akuisisi ini tertuju pada sosok Larry Ellison. Pria berusia 81 tahun dengan kekayaan yang sempat menyentuh angka fantastis USD393 miliar (Rp6.000 triliun) ini bukanlah figur netral.

Ellison, yang kekayaannya melonjak berkat ledakan permintaan kecerdasan buatan (AI) pada Oracle, dikenal memiliki visi dunia yang diawasi secara total.

Dalam sebuah pertemuan dengan investor, Ellison pernah melontarkan fantasi tentang masyarakat yang selalu berada di bawah pengawasan, di mana Oracle menjadi penopang datanya.

"Polisi akan berperilaku baik karena kami terus mengawasi dan merekam semuanya. Warga akan berperilaku baik karena kami terus merekam dan melaporkan semuanya," ujarnya.

Kini, filosofi pengawasan totaliter tersebut bertemu dengan platform yang digandrungi 170 juta warga Amerika.

Namun, yang lebih meresahkan bukanlah ambisi teknologinya, melainkan afiliasi politiknya. Ellison adalah donatur besar bagi Friends of the Israel Defense Forces (FIDF), organisasi yang menyokong militer Israel.

Ia juga merupakan saksi kunci dalam sidang korupsi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, fakta yang menegaskan kedekatan personal di antara keduanya.

Koneksi Ellison dan Netanyahu

Hubungan antara Ellison dan Netanyahu melampaui sekadar kenalan bisnis; mereka adalah sekutu strategis.

Kedekatan ini terekam jelas ketika Netanyahu dan keluarganya berlibur di Lanai, pulau di Hawaii yang 98 persen wilayahnya dimiliki oleh Ellison.

Meski Netanyahu bersikeras ia membayar liburan tersebut, fakta bahwa seorang kepala negara menginap di properti pribadi miliarder yang juga menjadi saksi kasus hukumnya, menimbulkan tanda tanya besar etika politik.

Kini, sekutu dekat Netanyahu itu memegang kunci algoritma TikTok. Oracle, perusahaan yang didirikan Ellison, tidak hanya menjadi investor, tetapi juga pengendali infrastruktur data dan keamanan TikTok AS.

Kekhawatiran akan bias politik semakin menebal mengingat pernyataan kontroversial dari Wakil CEO Oracle Israel yang pernah menegaskan posisi ideologis perusahaan: "Amerika Serikat yang pertama, negara kedua adalah Israel, dan setelah itu seluruh dunia."

TikTok sebagai "Senjata" Perang Narasi

TikTok Jatuh ke Pelukan...

Kekhawatiran publik akan "Israelisasi" TikTok bukan tanpa dasar. Benjamin Netanyahu sendiri secara eksplisit mengakui bahwa media sosial adalah medan tempur yang harus dikuasai.

Di tengah isolasi internasional akibat genosida di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 65.600 warga Palestina—mayoritas wanita dan anak-anak—Netanyahu membutuhkan alat untuk membalikkan opini publik, terutama di Amerika Serikat.

Dalam pertemuan dengan para influencer di New York baru-baru ini, Netanyahu tanpa tedeng aling-aling menyebut media sosial sebagai "senjata" untuk mengamankan basis dukungan Israel.

Ia secara spesifik menunjuk TikTok sebagai "pembelian paling penting yang sedang terjadi saat ini." Baginya, penguasaan atas platform ini akan memberikan dampak yang sangat "konsekuensial" bagi kelangsungan narasi Israel.

"Jika kita bisa mengamankan pengaruh atas media sosial, kita akan mendapatkan banyak hal," ujar Netanyahu.

Dampak Israelisasi: Pembungkaman Suara Palestina?

Dengan kendali algoritma yang kini berada di tangan Oracle, risiko manipulasi konten menjadi ancaman nyata.

Fenomena yang disebut sebagai "Israelisasi" TikTok ini memicu ketakutan bahwa konten-konten yang menyuarakan penderitaan rakyat Palestina atau mengkritik kebijakan militer Israel akan ditekan (suppressed) oleh sistem, sementara narasi pro-Zionis akan diamplifikasi.

Selama konflik Gaza, TikTok menjadi salah satu platform utama di mana realitas kekejaman perang terekspos tanpa filter media massa konvensional.

Penguasaan Ellison atas TikTok berpotensi mengubah lanskap ini secara drastis. Algoritma yang seharusnya netral kini berada di bawah pengawasan perusahaan yang pendirinya menyumbang jutaan dolar untuk militer yang sedang disorot dunia karena dugaan kejahatan perang.

Bagi demokrasi, ini adalah preseden buruk. Ketika platform publik dikuasai oleh oligarki dengan agenda politik spesifik yang terafiliasi dengan negara asing, kebebasan berekspresi menjadi taruhannya.

Di tangan Ellison dan di bawah bayang-bayang Netanyahu, TikTok berisiko berubah dari ruang kreativitas menjadi alat propaganda canggih yang menyetir persepsi dunia sesuai keinginan Tel Aviv.
(dan)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok