floating-Ekspor ke Malaysia,...
Ekspor ke Malaysia, Indonesia Perkuat Kontribusi Industri Pangan ke Pasar Global
Ekspor ke Malaysia,...
Ekspor ke Malaysia, Indonesia Perkuat Kontribusi Industri Pangan ke Pasar Global
Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:24 WIB
MOJOKERTO - Sebanyak delapan perusahaan asal Jawa Timur turut ambil bagian dalam Pelepasan Ekspor Serentak bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri yang digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja ekspor nasional . Dyah mengatakan, sepanjang Januari-Oktober 2025, nilai ekspor Jawa Timur mencapai USD24,46 miliar, tumbuh 12,75% dibandingkan periode yang sama pada 2024.

"Ini menempatkan Jawa Timur sebagai eksportir peringkat kedua secara nasional. Capaian ini menegaskan peran provinsi Jawa Timur sebagai salah satu tulang punggung ekspor Indonesia,” kata Dyah.

Salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam pelepasan ekspor ini adalah PT Lautan Natural Krimerindo (LNK). Sejak tahun 2016, LNK yang merupakan produsen bahan pangan (food ingredients) telah aktif melakukan ekspor ke berbagai negara dan hingga saat ini telah menjangkau lebih dari 40 negara tujuan ekspor.

Baca Juga: Neraca Dagang Surplus 66 Bulan Beruntun, Capai USD2,39 Miliar di Oktober



Pada pelepasan ekspor kali ini, LNK secara resmi melepas pengiriman produk ke Malaysia dan beberapa negara lain senilai USD 1,5 juta. Produk yang diekspor meliputi krimer nabati, bubuk tinggi serat FiberCreme, bubuk kelapa, whip cream, serta berbagai bahan pangan fungsional lainnya yang digunakan oleh industri makanan dan minuman global.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri bersama jajaran, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, dan direksi PT Lautan Natural Krimerindo

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri makanan dan minuman (mamin) pada kuartal pertama tahun 2025 memberikan kontribusi sebesar 7,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta menyumbang 72,2% terhadap PDB industri nonmigas. Angka ini menegaskan peran strategis industri pangan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia.

LNK sebagai salah satu perusahaan di industri pangan yang berkomitmen terhadap inovasi dan kualitas produk sudah mendapatkan pengakuan internasional. LNK tercatat sebagai Winner of World Food Innovation Awards 2024 kategori Best Health Innovation oleh FoodBev Media, serta menjadi Finalist World Coffee Innovation Awards 2025 dan Finalist Top Innovative Product 2025 by Thaifex Horec Innovation Award.

Di tingkat nasional, LNK juga menerima Penghargaan Primaniyarta dari Kementerian Perdagangan untuk kategori Ekspor Produk Inovatif melalui FiberCreme. Produk yang enak bisa sehat ini sudah mendapatkan paten di Indonesia dan Amerika.

Dalam menembus pasar global, eksportir Indonesia pada umumnya menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perbedaan regulasi dan standar mutu di negara tujuan hingga kebijakan bea masuk. Ini dapat memengaruhi daya saing produk Indonesia, terutama bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Untuk itu, LNK secara konsisten melakukan peningkatan kualitas berkelanjutan, peningkatan efisiensi produksi, serta adaptasi produk sesuai dengan kebutuhan pasar internasional. LNK juga menegaskan pentingnya peran pemerintah, terutama Kementerian Perdagangan sebagai mitra strategis, khususnya dalam fasilitasi akses pasar, diplomasi dagang, serta promosi internasional, yang sangat membantu industri nasional dalam memperluas jangkauan ekspor.

Baca Juga: Ekspor Gula Semut Banyumas, GP Ansor Optimalkan Patriot Ketahanan Pangan



“Ke depan, LNK menargetkan ekspansi ke beberapa negara yang menjadi fokus utama, serta peningkatan nilai ekspor secara berkelanjutan. Pengembangan usaha akan diarahkan pada produk-produk bernilai tambah, dengan tetap berfokus pada segmen industri B2B, sekaligus melakukan ekspansi ke segmen Food Service (HoReCa) melalui penguatan portofolio produk cair (liquid products),” ungkap Chief Executive PT Lautan Natural Krimerindo, Hendrik Gunawan.

Ia menambahkan, bahwa seluruh upaya tersebut dijalankan dengan tetap memperhatikan komitmen LNK terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan. Pelepasan ekspor ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jawa Timur sebagai basis industri pangan berorientasi ekspor, sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam rantai pasok pangan global.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI