floating-Bukti Foto: Bill Clinton...
Bukti Foto: Bill Clinton hingga Michael Jackson Bagian dari Circle Penjahat Seks Jeffrey Epstein
Bukti Foto: Bill Clinton...
Bukti Foto: Bill Clinton hingga Michael Jackson Bagian dari Circle Penjahat Seks Jeffrey Epstein
Minggu, 21 Desember 2025 - 06:48 WIB
WASHINGTON - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat mulai merilis sejumlah dokumen yang telah lama ditunggu-tunggu dari penyelidikannya terhadap kasus yang sangat sensitif secara politik dari terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Meski demikian, sebagian besar dokumen itu masih disensor.

Di antara kumpulan dokumen tersebut terdapat banyak foto yang menggambarkan mantan presiden AS Bill Clinton dan tokoh-tokoh terkemuka lainnya, termasuk Mick Jagger hingga Michael Jackson, dalam social circle (lingkaran sosial) Epstein.

Penyensoran menyeluruh pada banyak dokumen—ditambah dengan kontrol ketat atas rilisnya oleh para pejabat di pemerintahan Presiden Donald Trump—memicu skeptisisme tentang apakah pengungkapan ini akan membungkam teori konspirasi tentang penutupan kasus tingkat tinggi.

Baca Juga: Partai Demokrat AS Rilis 100 Foto Baru dari Harta Milik Predator Seks Epstein

Sebagai contoh, tujuh halaman yang mencantumkan 254 tukang pijat memiliki setiap nama yang terkubur di bawah garis hitam tebal di samping catatan: "Disensor untuk melindungi informasi korban potensial."

Meskipun demikian, berkas-berkas tersebut sedikit mengungkap hubungan intim si pengusaha penjahat seks tersebut dengan orang-orang kaya, terkenal, dan berkuasa—termasuk Trump.

Setidaknya satu berkas berisi puluhan gambar yang disensor, menampilkan sosok-sosok telanjang atau berpakaian minim. Gambar-gambar lain menunjukkan Epstein dan para rekannya, dengan wajah yang disamarkan, berpose dengan senjata api.

Foto-foto yang belum pernah dilihat sebelumnya termasuk foto Clinton yang tampak muda sedang bersantai di bak mandi air panas, sebagian gambar ditutupi oleh persegi panjang yang mencolok.

Dalam foto lain, Clinton berenang di samping seorang wanita berambut gelap yang tampaknya adalah kaki tangan Epstein, Ghislaine Maxwell. Maxwell terlihat dalam gambar terpisah bersama mantan pangeran Inggris, Andrew, sedang berbaring di atas kaki lima orang.

Gedung Putih tidak membuang waktu untuk mengomentari kemunculan Clinton dalam dokumen itu.

"Slick Willy! @BillClinton santai saja, tanpa beban sedikit pun. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi..." tulis Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung di X, yang dikutip AFP, Minggu (21/12/2025).

Namun, Partai Demokrat menyuarakan kekecewaan bahwa rilis tersebut jauh dari apa yang diamanatkan oleh Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, undang-undang federal baru yang mewajibkan seluruh berkas kasus pemerintah dipublikasikan pada hari Jumat, hanya dibatasi oleh pertimbangan hukum dan privasi korban.

"Kumpulan dokumen yang banyak disensor yang dirilis oleh Departemen Kehakiman hari ini hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan bukti," kata Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer.

"Merilis sejumlah besar halaman yang disensor melanggar semangat transparansi dan isi hukum. Misalnya, semua 119 halaman dari satu dokumen sepenuhnya disensor," imbuh politisi Partai Demokrat tersebut.

Anggota Kongres lainnya dari Partai Demokrat mengatakan pemerintah telah menahan draf dakwaan yang disiapkan setelah penangkapan Epstein pada tahun 2019, yang menurut mereka akan melibatkan "orang-orang kaya dan berkuasa lainnya yang berada di pulau tempat Epstein melakukan pemerkosaan."

Trump menghabiskan waktu berbulan-bulan mencoba untuk memblokir pengungkapan tersebut dari berkas-berkas tentang Epstein, yang meninggal di sel penjara New York pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.

Presiden dari Partai Republik itu akhirnya tunduk pada tekanan yang meningkat dari Kongres—termasuk anggota partainya sendiri—dan bulan lalu menandatangani undang-undang yang mewajibkan publikasi materi tersebut pada hari Jumat.

Wakil Jaksa Agung Todd Blanche mengatakan beberapa ratus ribu dokumen akan dipublikasikan pada hari batas waktu, dengan lebih banyak lagi yang akan menyusul dalam beberapa minggu mendatang.

Jaksa penuntut tetap memiliki wewenang untuk menahan materi yang terkait dengan investigasi aktif, dan Blanche mengatakan berkas-berkas tersebut juga telah disunting untuk melindungi identitas ratusan korban Epstein.

Trump pernah bergaul di lingkungan pesta Palm Beach dan New York yang sama dengan Epstein, muncul bersamanya di berbagai acara sepanjang tahun 1990-an. Dia memutuskan hubungan bertahun-tahun sebelum penangkapan Epstein pada tahun 2019 dan tidak menghadapi tuduhan kesalahan dalam kasus tersebut.

Namun basis sayap kanannya telah lama terpaku pada kisah Epstein dan teori konspirasi yang menuduh pengusaha tersebut menjalankan jaringan perdagangan seks untuk elite global.

Selama kampanye, Trump berjanji untuk merilis semua berkas. Namun setelah kembali menjabat, dia menolak dorongan transparansi tersebut sebagai "tipuan Demokrat".

Departemen Kehakiman Pemerintah Trump memicu badai politik pada bulan Juli dengan sebuah memo yang menyatakan bahwa tidak akan ada pengungkapan lebih lanjut dari penyelidikan Epstein dan "daftar klien" yang terkenal itu tidak ada.

Trump kemudian melancarkan perlawanan terhadap upaya Kongres untuk mempublikasikan catatan tersebut sebelum akhirnya mengalah.

Maxwell, mantan pacar Epstein, tetap menjadi satu-satunya orang yang dihukum sehubungan dengan kejahatannya, dan menjalani hukuman 20 tahun karena merekrut gadis-gadis di bawah umur untuk mantan guru dan bankir tersebut, yang kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri.
(mas)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir