floating-Jetour T2: Tolak Perang...
Jetour T2: Tolak Perang Harga Berdarah, SUV Boxy Ini Justru Panen Pesanan Hampir 1.000 Unit
Jetour T2: Tolak Perang...
Jetour T2: Tolak Perang Harga Berdarah, SUV Boxy Ini Justru Panen Pesanan Hampir 1.000 Unit
Senin, 22 Desember 2025 - 20:31 WIB
BSD - Ketika mayoritas pabrikan asal China berlomba-lomba memangkas harga demi merebut kue pasar yang kian menyusut, Jetour justru memilih jalan berisiko: bertahan pada nilai produk (value) dan menolak terjebak dalam strategi bakar uang.

“Perjudian” ini tampaknya membuahkan hasil manis, dengan model Jetour T2 yang tampil sebagai penyelamat kinerja penjualan perusahaan di penghujung 2025.

SUV berdesain boxy yang kental aura petualangan ini tak sekadar menjadi pelengkap etalase. Berdasarkan data internal perusahaan hingga November 2025, Jetour telah membukukan penjualan sebanyak 664 unit. Angka ini semakin mendekati target tahunan yang dipatok di level 780 unit.

Menariknya, dominasi Jetour T2 begitu mutlak. Dalam dua bulan terakhir saja, model ini berkontribusi sebesar 70 hingga 80 persen dari total penjualan Jetour di Indonesia, menyisihkan saudara kandungnya yang lebih dulu hadir, yakni Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus.

Menolak "Price War" demi Jangka Panjang

Jetour T2: Tolak Perang...

Fenomena larisnya Jetour T2—yang notabene memiliki banderol harga di atas setengah miliar rupiah—menunjukkan pergeseran preferensi konsumen. Pasar tak lagi melulu soal harga termurah, melainkan karakter dan identitas.

Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia, menegaskan sikap jenamanya yang enggan terseret arus price war. "Fokus kami adalah memberikan value lebih di atas harganya. Tidak mau ikut price war," ujarnya tegas.

Pernyataan Ranggy adalah antitesis dari strategi umum merek China di Indonesia. Alih-alih membuang margin keuntungan demi volume sesaat, Jetour memilih memperkuat fondasi layanan purnajual.

Saat ini, jaringan diler Jetour telah berkembang pesat dengan 22 diler yang sudah beroperasi penuh. Ini jadi langkah krusial untuk membangun kepercayaan konsumen jangka panjang terhadap ketersediaan suku cadang dan layanan servis.

Untuk mengejar sisa target di bulan terakhir 2025, strategi "jemput bola" pun digencarkan. "Kami akan terus mendorong agar bisa mencapai target. Salah satunya lewat eksebisi di berbagai mal, tidak hanya di Jakarta, tapi juga Pontianak hingga Surabaya," tambah Ranggy.

Peta Jalan 2026: Diversifikasi Mesin dan Elektrifikasi

Jetour T2: Tolak Perang...

Melihat respons pasar yang antusias terhadap pemesanan Jetour T2 yang kini diklaim sudah mendekati angka 1.000 unit, Jetour telah menyusun strategi agresif untuk 2026.

Ranggy membocorkan bahwa fokus utama perusahaan akan tetap bertumpu pada segmen rugged SUV atau SUV tangguh berdesain kotak.

Kabar baik bagi konsumen yang menginginkan opsi lebih terjangkau atau lebih ramah lingkungan, Jetour berencana menghadirkan varian baru dari T2.

Tahun depan, pasar akan kedatangan Jetour T2 bermesin 1.500 cc turbo. Varian ini diprediksi akan menjadi entry level yang menarik dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan varian 2.000 cc yang ada saat ini.

Tak hanya itu, gelombang elektrifikasi juga akan disambut lewat kehadiran Jetour T2 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang harganya di rentang Rp800 jutaan.

Langkah ini dinilai strategis mengingat tren kendaraan hibrida yang kian diminati masyarakat Indonesia karena fleksibilitasnya yang tinggi—irit bahan bakar namun bebas dari kecemasan jarak tempuh (range anxiety) khas mobil listrik murni.

Namun, bagi penggemar yang menantikan kehadiran Jetour T1—varian yang lebih ringkas dan berorientasi urban—tampaknya harus bersabar.

Ranggy secara diplomatis menyebut bahwa pihaknya belum memiliki rencana konkret untuk memasarkan model tersebut dalam waktu dekat. "Fokus kami sementara ke T2 dulu," ungkapnya, menyiratkan keinginan Jetour untuk memerah potensi maksimal dari momentum T2 yang sedang berada di puncak popularitas.

Tantangan Pengiriman Unit

Jetour T2: Tolak Perang...

Dengan pesanan yang menumpuk hampir 1.000 unit, tantangan terbesar Jetour kini bergeser dari penjualan ke distribusi.

Konsumen yang telah melakukan pemesanan (SPK) harus sedikit bersabar. Ranggy memastikan bahwa proses pengiriman unit (delivery) kepada konsumen akan mulai dilakukan secara bertahap pada periode Januari hingga Februari 2026.

Kesuksesan Jetour T2 menjadi bukti valid bahwa pasar otomotif Indonesia masih menyisakan ruang bagi produk yang berani tampil beda.

Di tengah lautan SUV perkotaan yang seragam, Jetour T2 hadir menawarkan fantasi petualangan yang nyata, dan pasar menyambutnya dengan tangan terbuka—tanpa perlu iming-iming diskon besar-besaran.
(dan)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
SUV Boxy Lagi Naik Daun,...
SUV Boxy Lagi Naik Daun, Jetour T1 Mau Jadi Raja Baru Jalanan Kota
Spesifikasi dan Harga...
Spesifikasi dan Harga Lini SUV Jetour 2026: Dari T2, Dashing, hingga X70 Plus
Tim Halo Dayak HRX Borong...
Tim Halo Dayak HRX Borong Podium di Ajang Nasional Offroad 2026