JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif
Teuku Riefky Harsya mengungkap perkembangan
kreator konten muda Indonesia yang menjadi salah satu modal utama untuk industri ekonomi kreatif (ekraf). Ia menjelaskan potensi ini perlu terus difasilitasi dan terus ditargetkan berkembang di industri ekraf tahun 2026 mendatang.
Menteri Riefky menjelaskan Kemenekraf menjalankan berbagai program pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan digital, di antaranya Genmatic dan Emak-Emak Matic. Fasilitas ini diberikan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran generasi muda dan perempuan.
“Pengembangan konten menuju level berikutnya bagi kreator digital, serta Kreasi Laboratorium (Kreatorium) untuk memperkuat ekosistem pekerja gig economy di perkotaan. Pendekatan ini menempatkan SDM sebagai fondasi utama pertumbuhan ekraf,” ungkap Menteri Riefky dalam acara Ekraf Annual Report (EAR) 2025 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Senin (22/12/2025).
Baca Juga : Penetapan KaTa Kreatif 2025, Menteri Ekraf Dorong Tiap Kota Miliki Subsektor Unggulan Kemenekraf juga memfasilitasi pelatihan penguatan kapasitas content creator lokal yang diharapkan berdampak pada pengembangan pariwisata termasuk ekonomi daerah.
Menteri Riefky menyoroti para kreator muda yang berasal dari berbagai daerah dan bisa mempromosikan destinasi wisata dan berdampak untuk industri ekonomi.
Baca Juga : Ryu Kintaro: Dari Vlog Anak-anak ke Konten Kreator dengan Jutaan Pengikut “Ini akan berdampak, akan memberikan dampak juga terhadap pariwisata dan juga ekonomi di daerah-daerah, terutama di daerah-daerah perdesaan dan kecamatan,” paparnya
Kemenekraf pun memfasilitasi program akselerasi kreatif untuk para konten kreator daerah agar dapat naik kelas dan masuk ke pasar nasional. Adapun program desa kreatif juga dikembangkan melalui kolaborasi lintas kementerian guna membantu masyarakat memasarkan produk kreatif unggulannya.
“Kami meyakini bahwa ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” tambah Menteri Riefky.
(wur)