ACEH - Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari
Kodam Iskandar Muda merampungkan pembangunan dua jembatan armco di Kabupaten Aceh Timur pada Senin, 22 Desember 2025. Kedua jembatan tersebut yakni Jembatan Alue Sentang dan Jembatan Alue Gadeng.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari respons cepat TNI dalam memulihkan konektivitas wilayah pascabencana banjir bandang yang terjadi pada November lalu.
Berdasarkan video resmi yang dirilis Pusat Penerangan TNI, kedua jembatan tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, operasional jembatan masih diberlakukan satu arah karena sejumlah ekskavator masih digunakan untuk merapikan struktur dan akses di sekitar jembatan.
Baca juga: Tidak Hanya Teupin Mane, TNI Kebut Perbaikan 35 Jembatan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Masyarakat Aceh Timur menyambut gembira rampungnya pembangunan kedua jembatan tersebut. Salah satu warga Desa Alue Sentang mengatakan, jembatan ini bisa kembali menghubungkan desanya dengan wilayah lain yang sebelumnya terisolasi akibat bencana.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih karena jembatan ini bisa menghubungkan kembali desa kami, Alue Sentang, dengan Desa Bukit Lemak yang selama ini aksesnya terputus,” ujar warga, Selasa (23/12/2025).
Baca juga: 15 Perwira Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri pada Desember 2025, Ini Nama-namanya Selama proses pembangunan, prajurit TNI bergotong royong bersama warga setempat. Mereka bahu-membahu mengangkut material jembatan, seperti pelat baja bergelombang (armco), serta memasangnya secara bersama-sama. Selain itu, TNI dan warga juga bersinergi dalam mengatur arus lalu lintas saat jembatan mulai difungsikan.
Adapun berdasarkan data TNI, jembatan armco di Alue Sentang memiliki ukuran 1,5 x 5 meter. Ukuran yang sama juga diterapkan pada Jembatan Alue Gadeng.
(cip)