floating-Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...
Mazda CX-80 PHEV Rp1,19 Miliar: Sang Paus Darat yang Buas di Tanjakan namun Hening di Kemacetan
Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...
Mazda CX-80 PHEV Rp1,19 Miliar: Sang Paus Darat yang Buas di Tanjakan namun Hening di Kemacetan
Selasa, 23 Desember 2025 - 18:03 WIB
JAKARTA - Ada sebuah ironi yang manis, atau mungkin sedikit membingungkan, ketika kita duduk di balik kemudi Mazda CX-80 PHEV. Bayangkan tubuh bongsor sepanjang lima meter dengan bobot nyaris 2,3 ton—sebuah "paus darat" yang secara visual mengintimidasi aspal—namun ia meluncur tanpa suara, sehalus sutra, membelah kemacetan Jakarta yang bising.

Tidak ada getaran mesin, tidak ada raungan knalpot, hanya desingan futuristik nan samar dari motor listrik yang bekerja dalam senyap.

Namun, injak pedal gas itu sedikit lebih dalam, atau geser tuas Mi-Drive ke mode Sport, dan seketika watak aslinya yang ganda terkuak. Keheningan itu pecah, digantikan oleh simfoni mekanikal dari mesin bensin 2.500 cc yang meraung, seolah membangunkan naga yang tertidur.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Di sinilah letak daya tarik terbesar SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pertama Mazda di Indonesia ini: ia mencoba menjadi segalanya bagi semua orang—mobil keluarga yang ramah lingkungan, sekaligus mesin pemacu adrenalin bagi pengemudi yang merindukan filosofi Jinba-Ittai.

Dibanderol dengan harga Rp1.199.900.000 on the road Jakarta, Mazda CX-80 PHEV bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah pernyataan status, eksperimen teknologi, dan ujian kompromi bagi kaum mapan yang belum sepenuhnya rela melepas mesin pembakaran internal demi beralih ke listrik murni.

Anatomi Sang Flagship: Perkawinan Dua Dunia

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...

Mazda CX-80 PHEV hadir sebagai pengisi celah strategis, atau mungkin lebih tepatnya, sebagai jembatan transisi. Di saat infrastruktur kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) masih menyisakan kecemasan jarak tempuh (range anxiety) bagi sebagian orang, teknologi PHEV yang diusung mobil ini menawarkan solusi jalan tengah yang cerdas.

Jantung pacu mobil ini adalah sebuah mahakarya kompleksitas teknik. Di balik kap mesinnya yang panjang—ciri khas arsitektur mesin longitudinal yang memberikan proporsi "mahal"—bersemayam mesin bensin e-SKYACTIV-G 2.5 liter, 4-silinder segaris DOHC, 16 katup.

Mesin konvensional ini sendirian mampu memeras tenaga sebesar 191 PS pada 6.000 rpm dan torsi 261 Nm pada 4.000 rpm.

Namun, cerita sesungguhnya ada pada mitra kerjanya: motor listrik bertenaga 175 PS (129 kW) dengan torsi 270 Nm.

Ketika kedua sumber tenaga ini bersatu padu, CX-80 menjelma menjadi monster dengan total tenaga gabungan mencapai 327 PS dan torsi puncak 500 Nm.

Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas; ini adalah jaminan performa yang mampu menghempaskan punggung Anda ke sandaran kursi kulit Nappa saat melakukan akselerasi.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Tenaga buas tersebut disalurkan ke keempat roda melalui sistem penggerak i-ACTIV All-Wheel Drive (AWD) dan transmisi otomatis 8-percepatan. Absennya torque converter konvensional yang digantikan oleh kopling basah membuat perpindahan gigi terasa cekatan, langsung, dan mekanikal, memberikan sensasi berkendara yang jauh lebih engaging dibandingkan transmisi CVT yang kerap terasa "karet".

Efisiensi dalam Kerumitan: 60 Kilometer Tanpa Asap

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...

Salah satu nilai jual utama—dan alasan mengapa mobil ini layak dilirik meski harganya selangit—adalah baterai lithium-ion berkapasitas 17,8 kWh dengan tegangan 355 V yang tersembunyi di lantai kabin. Baterai inilah yang memungkinkan CX-80 melaju dalam mode Electric Vehicle (EV) murni.

Di atas kertas, Mazda mengklaim jarak tempuh mode listriknya mencapai 60 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Dalam realitas jalanan Jakarta yang kejam dengan stop-and-go tiada henti, angka ini mungkin terkoreksi menjadi 40 hingga 50 kilometer. Namun, jarak itu sudah lebih dari cukup untuk mengakomodasi rutinitas harian kaum urban dari rumah di pinggiran kota menuju kantor di pusat bisnis Sudirman-Thamrin, tanpa membakar setetes bensin pun.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Memang jarak tempuh 50 km-60 km itu terlihat pendek disaat beberapa SUV PHEV dari pabrikan China lain sudah tembus 100 km.

Kecepatan maksimal dalam mode EV ini pun tidak main-main. Mobil ini sanggup dipacu hingga 137 km/jam di jalan tol tanpa perlu mesin bensin menyala, memberikan pengalaman berkendara yang benar-benar hening dan bebas emisi.

Data pengujian lapangan menunjukkan efisiensi yang mencengangkan untuk mobil seberat dan sebesar ini.

Dalam rute kombinasi melintasi jalan tol, kemacetan kota di kawasan Bogor, CX-80 PHEV mampu mencatatkan konsumsi bahan bakar di kisaran 12 hingga 14 kilometer per liter.

Angka ini tergolong irit untuk SUV berbobot 2,2 ton bermesin 2.500 cc. Sementara itu, efisiensi daya listriknya tercatat antara 1,2 hingga 4,2 kilometer per kWh.

Kuncinya ada pada manajemen energi yang fleksibel. Pengemudi dapat memilih mode berkendara via tombol Mi-Drive. Ada mode Normal untuk keseimbangan, Sport untuk performa maksimal, Off-Road untuk medan licin, dan EV untuk prioritas listrik.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Ada pula fitur Charge Mode yang memungkinkan mesin bensin bekerja ganda: menggerakkan roda sekaligus mengisi ulang baterai saat perjalanan jauh, memastikan Anda memiliki cadangan listrik saat kembali memasuki zona perkotaan.

Namun, ada harga yang harus dibayar untuk teknologi ini. Kompresi mesin yang tinggi dan kompleksitas sistem hibrida menuntut bahan bakar berkualitas. "Minuman" wajib bagi CX-80 adalah bensin dengan nilai oktan minimal RON 95.

Jadi, lupakan niat untuk mengisinya dengan bahan bakar subsidi atau oktan rendah jika ingin mesin ini berumur panjang.

Interior: Kemewahan yang (Hampir) Sempurna

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...

Membuka pintu Mazda CX-80 adalah seperti memasuki sebuah lounge eksklusif Jepang. Filosofi desain interiornya memancarkan aura Craftsmanship yang kental. Material soft-touch, jahitan asli, dan balutan kulit berkualitas tinggi mendominasi kabin.

Konfigurasi 6-seater dengan Captain Seat di baris kedua menghadirkan lorong tengah yang memudahkan akses, sekaligus memberikan ruang privasi yang mewah bagi penumpang belakang.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Fitur-fiturnya pun berlimpah. Sistem audio premium dari Bose memanjakan telinga dengan separasi suara yang jernih. Head-Up Display (HUD) memproyeksikan informasi vital langsung ke kaca depan, membuat mata pengemudi tetap fokus ke jalan.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Layar infotainment yang memanjang di tengah dasbor terlihat elegan, meski pengoperasiannya yang mengandalkan kenop putar di konsol tengah—bukan layar sentuh saat mobil berjalan—ini tidak hanya mudah dan cepat, tapi juga terasa mewah.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Keamanan menjadi prioritas mutlak dengan hadirnya paket ADAS i-Activsense. Mulai dari Mazda Radar Cruise Control (MRCC) yang menjaga jarak aman di jalan tol, Lane Keep Assist System (LAS), hingga Smart Brake Support (SBS) yang siap melakukan pengereman darurat. Fitur kamera 360 derajatnya patut diacungi jempol; resolusinya tajam, jernih, dan sangat membantu saat harus memarkirkan tubuh bongsornya di lahan sempit.

Namun, tidak ada gading yang tak retak. Di tengah kemewahan itu, ada beberapa detail yang terasa mengganggu, atau dalam bahasa kritikus, "kurang selesai".

Pertama adalah konektivitas. Di era digital ini, menghubungkan smartphone ke sistem mobil seharusnya semudah menjentikkan jari. Namun pada CX-80, proses koneksi Android Auto dan Apple CarPlay nirkabel terasa rumit, ribet, dan tidak seamless.

Kedua, masalah selera estetika. Pada varian tertentu, penggunaan panel kayu (wood trim) pada doortrim dengan warna kekuningan terasa kurang harmonis dengan nuansa kabin yang modern.

Alih-alih memberikan kesan klasik yang mahal, warna kuning kayu tersebut justru terlihat kontras secara canggung, seolah memaksa masuk ke dalam desain yang seharusnya didominasi warna gelap yang elegan atau metalik yang dingin.

Dinamika Berkendara: Pertarungan Fisika dan Ambisi Sporty

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...

Inilah bagian paling krusial dan kontroversial dari Mazda CX-80 PHEV. Mazda selalu membanggakan DNA fun-to-drive pada setiap produknya, tak terkecuali pada SUV raksasa ini. Namun, menerapkan karakter mobil sport pada bodi SUV 7-seater (atau 6-seater) dengan bobot baterai tambahan adalah tantangan fisika yang berat.

Posisi baterai yang diletakkan di bagian bawah memang membantu menurunkan titik gravitasi (center of gravity), membuat mobil terasa stabil saat melibas tikungan panjang di jalan tol. Sistem suspensi Double Wishbone di depan dan Multi-link di belakang dirancang untuk pengendalian presisi. Dan harus diakui, untuk ukuran mobil sebesar ini, setirnya cukup komunikatif.

Namun, obsesi Mazda terhadap karakter sporty membuat setelan suspensi terasa kaku (stiff). Di aspal mulus, ini menyenangkan. Tapi begitu roda 20 inci dengan profil ban 235/50 itu menghajar jalanan Indonesia yang keriting, bergelombang, atau penuh tambalan, guncangan itu merambat masuk ke kabin. Ini bukan ayunan lembut ala mobil Eropa klasik, melainkan guncangan tegas yang mungkin membuat penumpang di baris ketiga merasa kurang nyaman.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Masalah kedua adalah inersia. Bobot 2,2 ton tidak bisa bohong. Saat melakukan akselerasi mendadak atau pengereman keras (decelerate), ada sensasi perpindahan bobot yang masif. Mobil terasa limbung, seolah tubuh Anda ikut terlempar maju-mundur mengikuti momentum.

Setir yang berat—khas Mazda—menambah beban kerja pengemudi saat bermanuver di kecepatan rendah atau saat parkir. Bagi pengemudi antusias, ini mungkin memberikan rasa "berisi" dan stabil. Namun bagi perjalanan keluarga jarak jauh yang santai, karakter ini bisa terasa melelahkan.

Ditambah lagi, dalam mode EV yang senyap, telinga Anda akan menangkap suara "raungan" halus dari dinamo atau motor listrik saat berakselerasi. Ini bukan suara mesin bensin, melainkan dengungan futuristik yang bagi sebagian orang mungkin terdengar asing atau mengganggu di tengah kabin yang kedap. Dan ketika Anda melakukan kickdown terlalu dalam karena butuh tenaga instan, transisi nyalanya mesin bensin terkadang terasa sedikit kasar, memecah keheningan dengan raungan yang tiba-tiba.

Kesimpulan: Sebuah Pilihan Emosional

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...

Mazda CX-80 PHEV adalah mobil yang penuh karakter, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ia bukanlah sekadar alat transportasi rasional; ia adalah pembelian emosional.

Jika Anda mencari kenyamanan paripurna dengan suspensi selembut awan untuk meninabobokan anak-anak di perjalanan jauh, mungkin ada pilihan lain di pasar.

Namun, jika Anda adalah kepala keluarga yang belum siap kehilangan kenikmatan mengemudi, yang menginginkan mobil keluarga besar namun tetap bisa merasakan sensasi paddle shift dan raungan mesin saat sendiri, maka CX-80 adalah jawabannya.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Dengan harga Rp1,19 miliar, ia menawarkan paket teknologi yang sulit dicari tandingannya di kelas ini: kemampuan berjalan sebagai mobil listrik murni untuk harian, namun tanpa batasan jarak tempuh saat liburan berkat mesin bensinnya yang bertenaga.

Kelebihan utamanya terletak pada fleksibilitas. Ia menggabungkan kekuatan mobil besar—kepraktisan, ruang, dan gengsi—dengan efisiensi bahan bakar yang sulit dipercaya. Fitur AWD-nya menjadi jaminan ketenangan saat mengajak keluarga bertamasya ke pegunungan, memastikan tanjakan curam bukan halangan.

Mazda CX-80 PHEV Rp1,19...


Kekurangannya—suspensi kaku, konektivitas yang perlu perbaikan, dan detail interior subjektif—adalah kompromi yang harus diterima dari sebuah paket rekayasa yang ambisius.

Mazda CX-80 PHEV bukanlah mobil yang sempurna, tetapi ia adalah mobil yang jujur dengan identitasnya: sebuah flagship modern yang menolak menjadi membosankan, meskipun harus sedikit mengorbankan kenyamanan demi mempertahankan jiwa Jinba-Ittai. Bagi mereka yang mengerti, itulah kemewahan sesungguhnya.
(dan)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Selamat Tinggal Range...
Selamat Tinggal Range Anxiety: Ini Alasan BYD M6 Hybrid Lebih Menggoda Dibanding Versi Listrik!
BYD Bersiap Bawa Plug-in...
BYD Bersiap Bawa Plug-in Hybrid ke Indonesia, Mobil Offroad, hingga MPV Keluarga?
Ketika Hybrid Uzur Pecundangi...
Ketika Hybrid Uzur Pecundangi Ketangguhan Mobil Listrik, PHEV, Bahkan Bensin
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, BYD Siapkan Kuda Hitam PHEV untuk Jegal Tren Hybrid yang Kian Menggila