Setengah musim merantau di tanah Jerman,
Kevin Diks mulai memetik buah manis dari kerja kerasnya. Meski sempat terseok-seok di awal kedatangannya, bek berusia 29 tahun tersebut kini menjadi bagian penting dari kebangkitan
Borussia Monchengladbach .
Diks, yang didatangkan dari FC Copenhagen pada musim panas 2025, mengakui bahwa transisinya ke Bundesliga tidak berjalan mulus. Namun, mentalitas baja pemain keturunan Indonesia ini terbukti mampu menaklukkan kerasnya kompetisi kasta tertinggi di Jerman.
Memulai karier di liga baru setelah sukses besar di Denmark bukanlah perkara mudah bagi Diks. Bersama Die Fohlen (julukan Gladbach), ia harus merasakan pahitnya rentetan kekalahan dan hasil imbang di pekan-pekan awal.
Baca Juga: Magnet Layar Kaca: 5 Hajatan Olahraga Paling Banyak Ditonton dalam Sejarah Titik balik baru tercipta pada 1 November 2025. Kala itu, Gladbach tampil beringas dengan menggilas St. Pauli 4-0, yang sekaligus menjadi kemenangan perdana Diks di Bundesliga.
"Awal di Borussia agak sulit. Ada beberapa pertandingan berat di awal musim, tetapi keadaan membaik setelah itu, dan hasilnya pun meningkat. Melihat kembali pengalaman itu, sungguh fantastis," ujar Kevin Diks saat diwawancarai oleh Bild, Kamis (25/12/2025).
Meski berposisi sebagai pemain bertahan, kontribusi Diks di lini serang cukup mencolok. Dari 15 pertandingan yang telah ia lakoni, Diks berhasil menyarangkan dua gol.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Borong 2 Vila di Pulau Tersembunyi, Hanya Bisa Diakses Pesawat Amfibi! Menariknya, kedua gol tersebut lahir dari titik putih, sebuah keahlian yang ia bawa dari Copenhagen dan kini menjadi senjata rahasia pelatih Gerardo Seoane. Bagi Diks, keputusannya hijrah ke Jerman bukan sekadar mencari tantangan baru, melainkan untuk menguji level permainannya melawan predator kelas dunia. Ia pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya bisa berduel langsung dengan nama-nama besar.
"Saya datang ke Bundesliga untuk mendapatkan pengalaman, bermain di stadion yang lebih besar, dan bersaing melawan pemain terbaik di dunia (seperti Harry Kane dan Karim Adeyemi). Sungguh luar biasa," tegasnya.
(yov)