DUBAI - Langit Dubai boleh saja meredup usai ledakan kembang api terakhir memungkas Asian Youth Para Games (AYPG) 2025 pada 14 Desember lalu.
Namun, perhelatan yang merayakan ketangguhan dan inklusivitas ini tidak sekadar menjadi ajang adu otot dan strategi. Melainkan jadi panggung pembuktian bagi Chery.
Sebagai mitra resmi, raksasa otomotif ini tidak hanya menempelkan logo, tetapi menanamkan jejak teknologi yang mengubah cara pandang dunia terhadap aksesibilitas.
Faktanya, 16 persen populasi dunia adalah penyandang disabilitas—demografis raksasa yang sering kali luput dari radar industri—Chery mengambil langkah pintar. Sebagai Official Partner dan Exclusive Mobility Partner, kehadiran mereka menjadi tulang punggung mobilitas yang krusial bagi kelancaran hajat olahraga se-Asia ini.
Robotika di Panggung Kemanusiaan
Sorotan yang paling mencuri perhatian publik dan menjadi tinta emas sejarah adalah pelibatan robot AiMOGA Mornine.
Dalam upacara pembukaan, robot humanoid hasil pengembangan riset Chery ini tidak tampil sebagai benda mati yang kaku, melainkan pendamping yang luwes bagi Ketua Asian Paralympic Committee (APC), Majid Rashed.
Puncaknya terjadi pada sesi penghormatan pemenang. Untuk pertama kalinya di dunia, upacara penghargaan dilakukan berbasis kecerdasan buatan (AI), di mana Mornine menyerahkan medali dengan tingkat presisi tinggi.
Armada Tiggo sebagai Benteng Keselamatan
Di luar panggung seremoni, perusahaan mengerahkan armada keluarga Tiggo untuk menjamin mobilitas para atlet dan ofisial. Pilihan ini tidak sembarangan. Mobil-mobil ini dibekali teknologi Chery Super Hybrid (CSH), solusi efisiensi energi yang relevan dengan tuntutan zaman.
Lebih krusial lagi, armada ini membawa jaminan keselamatan mutlak dengan peringkat bintang lima dari lembaga uji tabrak ANCAP dan ENCAP.
Bagi para atlet para games, interior yang luas dan fitur keselamatan tingkat tinggi bukan sekadar kenyamanan, melainkan kebutuhan fundamental.
Langkah Chery di Dubai ini merupakan cerminan dari strategi makro mereka yang telah menjangkau lebih dari 120 negara dan wilayah dengan basis pengguna global mencapai 18,28 juta orang.
Keterlibatan dalam gerakan Paralimpiade ini selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dianut perusahaan.
Chery memandang ajang ini sebagai simbol kesetaraan dan martabat, platform pemberdayaan global yang sejalan dengan kolaborasi mereka bersama UNICEF, IUCN, serta inisiatif pembangunan pabrik hijau dan pembentukan Global ESG Alliance.
Di area pertandingan, booth pameran Chery bertransformasi menjadi pusat interaksi yang hidup, mempertemukan atlet dengan lini produk Tiggo dan robot Mornine.
(dan)