LAGOS - Belum kering benar keringat kemenangan usai menumbangkan Jake Paul di Miami pada 19 Desember lalu, petinju kelas berat kebanggaan Inggris, Anthony Joshua, kini harus menghadapi kenyataan pahit di tanah leluhurnya.
Euforia kemenangan itu seketika berubah menjadi tragedi berdarah ketika sebuah kecelakaan fatal di jalanan Nigeria, Senin lalu, nyaris merenggut nyawanya dan secara tragis menewaskan dua sahabat sekaligus anggota timnya.
Kabar ini menyentak dunia olahraga, mengingatkan bahwa sabuk juara dunia sekalipun tak mampu menangkis takdir di aspal panas.
Anthony Joshua, mantan juara dunia kelas berat yang tengah meniti jalan kembali ke puncak, kini dilaporkan dalam kondisi "stabil" di rumah sakit setelah insiden yang terjadi di Jalan Tol Lagos-Ibadan, arteri utama yang menghubungkan Negara Bagian Ogun dengan ibu kota ekonomi Nigeria, Lagos.
Namun, keselamatan Joshua harus dibayar mahal dengan hilangnya nyawa dua orang terdekatnya, Sina Ghami dan Latif Ayodele, yang dikonfirmasi tewas dalam peristiwa nahas tersebut.
Kronologi Maut di Kecepatan Tinggi
Berdasarkan data awal dari Korps Keselamatan Jalan Raya Federal Nigeria, insiden ini bermula dari pelanggaran batas kecepatan.
Juru bicara Olusegun Ogungbemide mengungkapkan bahwa kendaraan yang ditumpangi Joshua, sebuah SUV Lexus, melaju melebihi batas kecepatan legal di koridor tersebut.
Petaka terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat ketika pengemudi—yang identitasnya belum diungkap oleh pejabat—mencoba melakukan manuver menyalip. Manuver tersebut gagal total; kendaraan kehilangan kendali dan menghantam keras sebuah truk yang sedang berhenti di sisi jalan.
Hantaman keras tersebut meremukkan struktur kendaraan, namun nasib baik masih memayungi Joshua yang duduk di kursi penumpang bagian belakang. Ia hanya menderita cedera ringan, sementara dua rekannya tidak tertolong.
Duka di Tengah Ambisi Kembali ke Puncak
Kecelakaan ini menjadi pukulan telak bagi psikologis sang petinju. Matchroom Boxing, promotor yang menaungi Joshua, merilis pernyataan penuh duka cita atas kepergian Sina Ghami dan Latif Ayodele, sembari memastikan bahwa Joshua kini berada di bawah observasi medis ketat.
Ironi dari kejadian ini sangat terasa mengingat Joshua baru saja meraih kemenangan KO atas Jake Paul di Miami, pertarungan yang dirancang untuk mengembalikan ketajamannya di atas ring pasca-kekalahan gelar dari Oleksandr Usyk pada 2021.
Insiden ini pun memancing simpati dari sang lawan, Jake Paul, yang mengatakan, "Hidup jauh lebih penting daripada tinju. Saya berdoa untuk nyawa yang hilang, AJ, dan siapa pun yang terdampak kecelakaan malang hari ini.".
Respons Negara dan Masa Depan Karier
Tingginya profil Anthony Joshua membuat insiden ini mendapat perhatian langsung dari Presiden Nigeria, Bola Tinubu. Melalui sambungan telepon ke rumah sakit, Presiden Tinubu menyampaikan belasungkawa dan mendoakan pemulihan penuh bagi petinju yang sempat bersekolah di Nigeria saat berusia 11 tahun tersebut.
Joshua diketahui tengah dalam pembicaraan serius untuk pertarungan blockbuster melawan sesama petinju Inggris, Tyson Fury, yang digadang-gadang akan digelar pada tahun 2026.
Meskipun Eddie Hearn, promotor Joshua, menyatakan bahwa sang petinju tampak "oke" berdasarkan foto-foto yang beredar—yang memperlihatkan Joshua meringis kesakitan saat dievakuasi dari bangkai kendaraan—dampak fisik dan trauma psikologis dari kehilangan dua sahabat dekat bisa menjadi variabel yang mengubah arah kariernya dalam waktu dekat.
Saat ini, investigasi masih terus dilakukan oleh Kepolisian Negara Bagian Ogun untuk mengungkap detail penuh di balik hilangnya kendali Lexus SUV tersebut.
(dan)