JALUR GAZA - Gerakan Palestina Hamas mengatakan penundaan yang terus-menerus oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bersama dengan apa yang mereka sebut sebagai kebungkaman AS, berarti tidak akan ada langkah menuju fase kedua dari rencana yang didukung AS dan situasi akan tetap stagnan.
Mohammed Nazzal, anggota biro politik Hamas, menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump, di mana ia menyerukan gerakan tersebut untuk menyerahkan senjatanya dalam "jangka waktu singkat".
Pernyataannya disampaikan menjelang pertemuan antara Trump dan Netanyahu di Florida.
Berbicara kepada Al Jazeera, Nazzal mengatakan Netanyahu telah mengikuti "kebijakan penundaan, keterlambatan, dan permainan kata-kata" selama lebih dari dua setengah tahun.
Ia mengatakan pendekatan ini telah mempersulit transisi ke fase kedua dari rencana yang didukung AS.
Ia menekankan, "Sponsor AS memikul tanggung jawab utama."
Dia menambahkan ketiga mediator tersebut melakukan segala upaya untuk menghilangkan hambatan dan mengatasi kesulitan.
Nazzal mengatakan keheningan dan toleransi pemerintahan AS memungkinkan Netanyahu melanjutkan pendekatan ini.
Dia menambahkan, “Jika Netanyahu melanjutkan kebijakan penundaan ini, dan pemerintahan AS tetap diam dan menutup mata, ini berarti kita tidak akan bergerak ke fase kedua, dan situasinya akan tetap stagnan seperti sekarang.”
Baca juga: Serangan Drone di Kediaman Putin Bisa Picu Perang Nuklir, Ini Alasannya (sya)