floating-Bank Indonesia Resmi...
Bank Indonesia Resmi Hentikan Publikasi JIBOR Mulai 1 Januari 2026
Bank Indonesia Resmi...
Bank Indonesia Resmi Hentikan Publikasi JIBOR Mulai 1 Januari 2026
Rabu, 31 Desember 2025 - 13:44 WIB
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan langkah besar dalam reformasi pasar keuangan nasional dengan menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) terhitung mulai 1 Januari 2026. Sebagai penggantinya, pasar keuangan domestik diarahkan sepenuhnya menggunakan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa peralihan ini bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas suku bunga acuan karena INDONIA menggunakan basis data transaksi pinjam-meminjam antarbank secara aktual, bukan lagi berdasarkan kuotasi.

“Dengan berbasis transaksi aktual, INDONIA dinilai lebih akurat, objektif, dan mencerminkan kondisi likuiditas pasar secara riil. Hal ini merupakan bagian dari reformasi suku bunga acuan yang sejalan dengan praktik terbaik global, guna memperkuat pendalaman pasar keuangan Indonesia,” tulis Ramdan dalam keterangan resmi, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga: Uang Beredar per November 2025 Capai Rp9.891,6 Triliun

Langkah penghentian JIBOR ini telah melalui persiapan matang yang dikawal oleh National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR). Kelompok kerja ini terdiri dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, dan APUVINDO.

Meskipun JIBOR baru resmi berakhir besok, INDONIA sebenarnya telah dipublikasikan sejak 1 Agustus 2018 untuk membiasakan pelaku pasar. Data menunjukkan transisi berjalan sukses dengan penurunan signifikan pada kontrak yang masih mengacu pada JIBOR.

Kontrak JIBOR Jatuh Tempo < 31 Des 2025 mengalami penurunan 67,7 persen, dari Rp140,37 triliun (September 2024) menjadi Rp45,28 triliun (September 2025) dan Kontrak dengan Fallback Rate yakni nilai kontrak yang telah dinegosiasikan dengan bunga baru untuk periode setelah JIBOR dihapus justru meningkat 35,9 persen, dari Rp164,48 triliun menjadi Rp223,76 triliun.

Baca Juga: BI Rate Desember 2025 Ditahan di 4,75 Persen, Begini Penjelasan Perry Warjiyo

Seiring dengan peningkatan transparansi melalui penggunaan INDONIA, aktivitas di Pasar Uang Antarbank (PUAB) tetap menunjukkan performa yang kuat. Hingga 19 Desember 2025, rata-rata nilai transaksi harian pinjam-meminjam rupiah mencapai sekitar Rp15,4 triliun, atau mencakup 63,5 persen dari total transaksi pasar uang.

Penerapan INDONIA diharapkan mampu membawa pasar keuangan Indonesia ke level yang lebih modern, kompetitif secara global, serta kredibel dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Masyarakat dan pelaku pasar dapat memantau publikasi INDONIA setiap akhir hari transaksi melalui laman resmi Bank Indonesia.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien