floating-Kisah Pertempuran Pasukan...
Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Kisah Pertempuran Pasukan...
Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Senin, 05 Januari 2026 - 06:51 WIB
SOSOK pejuang kemerdekaan Kapten Muslihat sangat terkenal di masyarakat Kota Bogor, Jawa Barat. Dia gugur di usia muda saat bertempur dengan gagah berani mengusir penjajah Inggris dan Sekutu.

Nama Kapten Muslihat hingga saat ini dijadikan sebagai nama jalan yang berada di jantung Kota Bogor yang dulu dikenal dengan nama Buitenzorge.

Jalan Kapten Muslihat letaknya tidak jauh dari Stasiun Bogor. Setiap hari jalan ini selalu hari ramai dilalui masyarakat. Posisinya menjadi jalan utama penghubung Stasiun Bogor dengan Istana Bogor yang menyimpan sejarah panjang perjuangan rakyat Bogor melawan penjajah.

Kisah Pertempuran Pasukan...


Patung Kapten Tubagus Muslihat di Simpang Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat. Foto/Dok.SindoNews

Kapten Muslihat yang memiliki nama asli Tubagus (TB) Muslihat merupakan salah satu di antara pejuang kemerdekaan di Kota Bogor. Pemuda kelahiran Pandeglang, Banten 26 Oktober 1926 silam ini namanya sangat masyhur di Kota Bogor.

Baca juga: Kisah Bung Tomo, Tokoh Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang Hidup Religius dan Dekat dengan Kiai

Ayahnya Tubagus Djuhanuddin adalah seorang kepala Sekolah Rakyat yang mendapat tugas di Bogor. Namun tak banyak yang tahu tentang kisah heroiknya yang gugur di usia muda untuk berjuang untuk kemerdekaan.

Dihimpun dari berbagai sumber dan data Pemkot Bogor, diketahui Kapten Muslihat pernah bekerja di Bosbouw Proefstation atau Balai Penelitian Kehutanan di Gunung Batu Bogor dan pernah bekerja di Rumah Sakit Kedung Halang Bogor menjadi juru rawat.

Selanjutnya pindah ke jawatan kehutanan. Kisah heroik Kapten Muslihat berawal saat Kota Bogor dikuasai tentara Jepang yang kemudian mendirikan pasukan PETA (Pembela Tanah Air). Muslihat ikut bergabung PETA dan terpilih sebagai hudanco (komandan peleton).

Baca juga: Kisah 30 Kopassus Nyamar Jadi Hantu Putih saat Taklukkan 3.000 Pemberontak di Kongo

Dia diangkat bersama dengan Ibrahim Ajie, M Ishak Juarsa, Rahmat Padma, Tarmat, Suwardi, Abu Usman, Rujak, dan Bustami. Akan tetapi saat itu Kota Hiroshima dan Nagasaki dibom sekutu pada 14 Agustus 1945.

Tentara Jepang membubarkan PETA dan menyuruh anggota PETA yang ada di asrama untuk kembali ke kampungnya masing-masing. Saat itu tepat 17 Agustus 1945 Presiden Soekarno dan Wapres M Hatta memproklamirkan kemerdekaaan Indonesia.

Tentara Jepang banyak yang kembali ke negaranya, dan situasi ini membuat semangat rakyat mengusir penjajah semakin kuat. Kantor-kantor yang diduduki tentara Jepang berhasil direbut oleh pejuang dan beralih menjadi milik Republik Indonesia.

Kapten Muslihat yang berjuang di Bogor langsung diangkat menjadi Kapten dan ditugaskan sebagai Komandan Kompi IV Batalion II Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Meski sudah sudah dinyatakan merdeka, Indonesia belum sepenuhnya bebas dari para penjajah.

Setelah Jepang lengser, datang tentara Inggris untuk kembali menjajah Indonesia. Mereka berhasil menguasai tempat-tempat utama. Di Bogor tentara Inggris mencoba merebut Istana yang waktu itu dijaga ketat pemuda-pemuda Bogor.

Mereka berhasil memasuki Istana Bogor dan memukul mundur para penjuang. Tak tinggal diam dengan hal itu, tepat 6 Desember 1945 rakyat Bogor melakukan pemberontakan dengan mengenakan bambu runcing, golok, dan pedang untuk mengusir penjajah.

Dengan persenjataan seadanya tersebut, mereka tak kenal takut menyerang markas-markas yang diduduki Inggris. Dengan bercucuran darah, sambil meneriakkan gema ‘Merdeka dan Takbir’ bertempur penuh semangat menumpas pasukan Inggris.

Kapten Muslihat bersama dengan pasukannya melakukan penyerangan ke markas-markas yang diduduki tentara Inggris dan sekutu, salah satunya kantor polisi yang berada di Jalan Banten. Kontak senjata pecah, pasukan Inggris dan para pejuang saling tembak.

Kapten Muslihat keluar dari tempat persembunyiannya melakukan penyerangan terbuka. Dia menembaki para penjajah dan sebagian tentara Inggris tumbang. Berbagai pertempuran terjadi kala itu tidak hanya di satu wilayah Bogor, melainkan di berbagai wilayah.

Dalam baku tembak itu, timah panas musuh berhasil menembus perut Kapten Muslihat. Namun Sang Kapten tetap berdiri menembaki para penjajah. Timah panas kedua kembali menembus pinggang membuat Kapten Muslihat tumbang.

Darah bercucuran dan mengalir membuat kaus putih yang dikenakan berubah menjadi merah. Sang Kapten gugur di usia 19 tahun dan meninggalkan istri tengah mengandung. Perlawanan sengit juga dilakukan oleh R Ijok Mohamad Sirodz.

Dia meminta pemerintah militer Jepang menyerahkan gedung Bogor Shucokan (keresidenan) dan berhasil mengibarkan Merah Putih menggantikan Bendera Jepang, Hinomaru. Pertempuran lainnya terjadi di Kota Paris (Pasar Mawar) yang berlangsung pada malam hari.

Di lokasi ini terdapat kompleks hunian orang-orang Belanda (Kamp para interniran). Terjadi juga pertempuran di daerah Cemplang pada 1945.Pertempuran itu antara pejuang RI melawan pasukan tentara Gurkha (tentara bayaran sekutu) yang berjumlah 12 orang.

Pertempuran juga terjadi di daerah Maseng, Caringin, Kabupaten Bogor pada tahun 1945. Para pejuang juga sampai membangun sebuah monumen untuk mengenang perjuangan para pahlawan dari Kota Bogor.

Aksi Heroik Kapten Muslihat tidak pernah dilupakan dan terus dikenang jasa-jasanya. Selain dijadikan nama jalan utama, ornamen Kapten Muslihat sebagai pahlawan nasional juga ditampilkan di TMP Dredet Bogor bersama Mayor Oking dan Jenderal Sudirman. Pemkot Bogor juga membuat Patung Kapten Muslihat dengan menempatkanya di Pertigaan Jalan Merdeka.
(shf)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya