JAKARTA - Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan pergeseran perilaku konsumen ke ranah digital, dosen FIA Universitas Indonesia (UI) turun langsung mendampingi pelaku
UMKM Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan. Pendampingan difokuskan pada optimalisasi media sosial agar promosi produk lebih efektif dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Transformasi pemasaran UMKM di tingkat kelurahan kian menemukan momentumnya. Untuk itu, Ketua Tim Pengabdian Nurul Safitri bersama tim menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Pendampingan Optimalisasi Penggunaan Media Sosial dalam Meningkatkan Promosi Produk UMKM di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan.
Baca juga: Kolaborasi dan Komitmen untuk Kembangkan UMKM Jakarta Pusat Program ini menjadi upaya nyata menjawab persoalan klasik UMKM yakni produk sudah ada, namun promosi belum konsisten dan belum optimal di kanal digital.
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kelurahan Manggarai ini diikuti 50 pelaku UMKM. Seluruh peserta merupakan warga Kelurahan Manggarai yang menjalankan usaha di wilayah tersebut.
Pendampingan dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak yakni Kelurahan Manggarai, PPKUKM Kecamatan Tebet, serta Tim Penggerak PKK Kelurahan Manggarai yang berperan penting dalam membantu sosialisasi kegiatan kepada warga pelaku UMKM.
Keterlibatan PKK dinilai strategis karena jejaringnya yang dekat dengan warga, sehingga informasi kegiatan dapat lebih cepat menjangkau pelaku usaha di lingkungan setempat.
Sudut pandang utama kegiatan ini menegaskan bahwa digitalisasi UMKM tidak cukup hanya mendorong pelaku usaha memiliki akun media sosial melainkan harus disertai pendampingan yang membangun keterampilan praktis sekaligus dukungan perangkat.
Banyak UMKM yang memproduksi barang berkualitas, tetapi belum mampu menyajikan konten promosi secara menarik, belum memahami fitur-fitur platform digital, serta belum konsisten membangun interaksi dengan calon pembeli. Akibatnya, produk sulit menembus pasar yang lebih luas.
Dalam sesi pendampingan, tim pengabdi mengajarkan langkah-langkah praktis penggunaan media sosial untuk promosi yang lebih efektif. Materi mencakup strategi dasar pemasaran digital, penentuan sasaran konsumen, penyusunan konten, teknik penulisan caption promosi, pemanfaatan tagar (hashtag) dan fitur platform, hingga penguatan konsistensi unggahan agar akun bisnis pelaku UMKM dapat berkembang dan memiliki jangkauan lebih baik.
Salah satu sorotan utama kegiatan ini adalah perhatian pada kualitas visual sebagai bahasa pertama dalam pemasaran digital. Tim menekankan bahwa foto dan video produk yang terang, rapi, dan informatif memiliki pengaruh besar terhadap minat calon pelanggan. Untuk itu, peserta tidak hanya diberikan materi, tetapi juga memperoleh dukungan berupa alat.
Sebagai bentuk penguatan praktik di lapangan, tim pengabdi menyerahkan perangkat pemasaran digital berupa ring light yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menghasilkan foto dan video produk yang lebih optimal. Ring light tersebut diharapkan membantu UMKM membuat konten yang tampak lebih profesional meskipun diproduksi dari rumah, sehingga promosi digital mampu bersaing di linimasa media sosial yang kompetitif.
Nurul menuturkan tujuan kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan promosi, tetapi juga mendorong UMKM beradaptasi dengan teknologi guna memperkuat daya saing usaha.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan kapabilitas dalam mengadopsi teknologi untuk promosi dan penjualan di media sosial, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan penjualan dan kinerja UMKM ke depan. Dengan peningkatan dan keberlanjutan usaha UMKM diharapkan dapat menjadi salah satu solusi atas permasalahan kemiskinan dan pengangguran di Manggarai,” ujar Nurul.
Melalui kolaborasi yang melibatkan unsur akademisi, pemerintah wilayah, pendamping UMKM di tingkat kecamatan, serta jejaring PKK, kegiatan ini dipandang sebagai model penguatan UMKM berbasis komunitas.
Harapannya, para pelaku UMKM di Manggarai dapat lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalankan pemasaran digital, lebih optimal memanfaatkan media sosial, serta mengalami peningkatan penjualan sehingga usaha mereka terus tumbuh dan berkelanjutan.
(jon)