Media Belanda,
Voetbal Nieuws, menilai John Herdman merupakan pilihan tepat untuk melatih
Timnas Indonesia . Menurut media itu, pengalaman Herdman di Kanada sangat cocok dengan karakteristik Timnas Indonesia.
John Herdman resmi diumumkan oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026) kemarin. Pelatih asal Inggris itu kabarnya mendapatkan kontrak selama dua musim dengan opsi perpanjangan dua tahun.
Dia menggantikan peran
Patrick Kluivert yang diberhentikan pada pertengahan Oktober 2025 silam. Pelatih asal Belanda itu pergi tidak lama setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa: Era Baru John Herdman Nah, dengan kehadiran Herdman, Timnas Indonesia diharapkan melupakan kegagalan itu. Pelatih berusia 50 tahun itu dianggap cocok untuk membereskan permasalahan di Skuat Garuda.
Menurut
Voetbal Nieuws, Herdman memang pilihan yang tepat mengingat pengalaman panjangnya bersama Timnas Kanada. Herdman merupakan sosok yang mengantar Kanada kembali ke Piala Dunia setelah absen cukup lama.
Kemampuannya untuk mengasah mental pemain dan ramuan taktiknya dianggap cocok dengan Timnas Indonesia. Apalagi, Timnas Kanada memiliki banyak pemain keturunan sama seperti Skuad Garuda.
"Dengan pengalamannya mengembangkan struktur sepak bola dan kemampuannya yang terbukti untuk memperkuat tim secara mental dan fisik, Herdman tampaknya merupakan pilihan yang logis untuk negara seperti Indonesia," tulis
Voetbal Nieuws, dikutip pada Senin (5/1/2026).
"Tim nasional Indonesia memiliki perpaduan antara talenta lokal dan pemain dengan akar Eropa (seringkali Belanda). Pada saat yang sama, tim ini juga bergumul dengan performa yang tidak konsisten dan tantangan organisasi," sambung tulisan itu.
Kini, tugas Herdman adalah menjaga stabilitas dan mengembangkan Timnas Indonesia agar lebih baik lagi. Voetbal Nieuws mengingatkan, Herdman harus memperhatikan aspek-aspek detail di Timnas Indonesia.
"Tugas Herdman adalah mengatasi hal ini dengan stabilitas dan visi yang jelas, dengan memperhatikan jangka pendek dan jangka panjang," tutup tulisan itu.
(sto)