floating-Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan Ekspor Beras Perdana di 2026, Pertama Kali sejak Kemerdekaan
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan Ekspor Beras Perdana di 2026, Pertama Kali sejak Kemerdekaan
Selasa, 06 Januari 2026 - 19:39 WIB
JAKARTA - Indonesia menargetkan ekspor beras pertama kalinya dalam sejarah pada 2026 didukung lonjakan produksi nasional dan stok cadangan yang mencapai rekor tertinggi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana bersejarah tersebut pada Senin (5/1/2026) saat menjadi penguji dalam sidang promosi doktor terbuka Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Universitas Indonesia (UI).

Amran menyatakan stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,25 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka. "Insyaallah, kami akan melakukan ekspor pada 2026. Ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia, pertama kali sejak kemerdekaan," ujar Amran.

Baca Juga: Indonesia Larang Impor Beras, Gula, dan Jagung Mulai 2026

Ia menekankan pentingnya menjaga keberhasilan musim panen raya yang berlangsung pada Februari hingga April 2026 menyumbang sekitar 70% produksi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan potensi produksi beras Indonesia mencapai 6,23 juta ton pada periode Desember 2025–Februari 2026, meningkat 32,51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini sebelumnya menyatakan produksi beras sepanjang Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,71 juta ton, naik 13,36% dibandingkan 2024.

Stok beras nasional pada awal 2026 tercatat sebesar 12,529 juta ton, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog sebesar 3,248 juta ton. Angka ini melonjak drastis hingga 203,05% dibandingkan stok awal 2024 yang hanya 4,134 juta ton. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan Indonesia tidak akan mengimpor beras sepanjang 2026 karena produksi dan stok dinilai sangat kuat.

Baca Juga: Produksi Tembus 34,77 Juta Ton, Mentan Amran: Tahun Ini Tidak Ada Impor Beras

Ekspor ke Malaysia Disepakati

Indonesia telah menyepakati ekspor beras ke Malaysia sebesar 24.000 ton per tahun atau sekitar 2.000 ton per bulan melalui skema business to business. Amran menyebut beras tersebut akan dikirim dari wilayah yang paling dekat dengan Malaysia, terutama Kalimantan Barat, namun tidak menutup kemungkinan dari daerah lain. Pemerintah juga menargetkan negara-negara ASEAN lainnya sebagai tujuan ekspor dengan tetap memastikan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas.

Rizal menyatakan Bulog ditugaskan untuk menyerap setara 4 juta ton beras sepanjang 2026 guna memperkuat cadangan dan mendukung petani. Untuk itu, Bulog telah menyiapkan gudang dengan kapasitas 1,5 juta ton dan menambah 500.000 ton, termasuk memanfaatkan fasilitas TNI dan Polri jika diperlukan.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia