WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menuntut agar pemerintah Venezuela menghentikan kerja sama dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba. Kabar itu dilaporkan stasiun televisi ABC News, mengutip beberapa sumber.
Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan telah memberi tahu Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, bahwa Caracas harus memenuhi tuntutan Gedung Putih sebelum diizinkan memompa lebih banyak minyak, demikian dilaporkan ABC News, mengutip tiga orang yang mengetahui rencana tersebut.
“Pertama, negara itu harus mengusir China, Rusia, Iran, dan Kuba serta memutuskan hubungan ekonomi,” ujar sumber tersebut.
“Kedua, Venezuela harus setuju bermitra secara eksklusif dengan AS dalam produksi minyak dan mengutamakan Amerika ketika menjual minyak mentah berat,” ungkap mereka.
Menurut ABC News, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada anggota parlemen dalam pengarahan tertutup bahwa Washington yakin dapat memberikan tekanan karena kapal tanker minyak Venezuela sudah penuh, dan AS memperkirakan Caracas hanya memiliki “beberapa minggu” sebelum menghadapi kebangkrutan finansial tanpa menjual cadangan minyaknya.
“Pemerintah memang bermaksud mengendalikan minyak, mengambil alih kapal-kapal, tanker, dan tidak satu pun dari mereka akan pergi ke Havana,” ujar Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat Roger Wicker kepada media tersebut.
Gedung Putih tidak membantah pemberitaan tersebut dan mengatakan presiden fokus pada “mengerahkan pengaruh maksimal” dan memastikan kerja sama.
Sebelumnya, Trump mengatakan dalam wawancara dengan penyiar NBC News bahwa dialah yang pada akhirnya bertanggung jawab atas perkembangan lebih lanjut di Venezuela.
“Saya,” katanya ketika ditanya pertanyaan tersebut.
Trump juga mengatakan tidak akan ada pemilihan umum yang diadakan di Venezuela dalam 30 hari ke depan.
“Kita harus memperbaiki negara ini terlebih dahulu. Anda tidak bisa mengadakan pemilihan umum. Tidak mungkin rakyat bisa memilih... Tidak, ini akan membutuhkan waktu. Kita harus memulihkan kesehatan negara ini,” dalih Trump.
Baca juga: Takut Dicaplok Trump, Denmark Perkuat Militer di Greenland (sya)