floating-Siswa SWA Kembangkan...
Siswa SWA Kembangkan Perangkat AI untuk Pemulihan Bicara Pasien Stroke dan ALS
Siswa SWA Kembangkan...
Siswa SWA Kembangkan Perangkat AI untuk Pemulihan Bicara Pasien Stroke dan ALS
Rabu, 07 Januari 2026 - 18:00 WIB
JAKARTA - Tiga siswa sekolah menengah atas dari Sinarmas World Academy (SWA) mengembangkan LUMA, sebuah perangkat headset berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memulihkan kemampuan komunikasi bagi individu yang kehilangan kemampuan bicara akibat ALS, stroke, atau kondisi neuromuskular lainnya.

“Ketika anak muda diberikan pembelajaran yang berorientasi pada tujuan dan kebebasan untuk berkreasi, mereka dapat mengubah kehidupan secara nyata. Pencapaian ini mencerminkan komitmen sekolah dalam memfasilitasi inovasi yang menggabungkan keunggulan teknis dengan tanggung jawab sosial,” ujar General Manager Sinarmas World Academy, Deddy Djaja Ria, melalui siaran pers, Rabu (7/1/2025)

Baca juga: OpenAI Kembangkan Audio AI Baru yang BIsa Digunakan dengan Suara

Inovasi yang dikembangkan oleh tim bernama SWA RoboKnights—terdiri dari Audric Tsai, Zhenxuan, dan Yik Yan—ini telah mendapatkan validasi internasional pada ajang World Robot Olympiad (WRO) International Final 2025 di Singapura. Dalam kompetisi yang diikuti lebih dari 500 tim dari 91 negara tersebut, tim ini meraih tiga Gold Awards dan Start-Up Award di kategori Future Innovators, Senior.

Berdasarkan data teknis pengembangannya, LUMA berfungsi menerjemahkan intensi pengguna menjadi ucapan verbal. Perangkat ini bekerja dengan membaca sinyal EEG dan pola kedipan mata, kemudian mengonversinya menjadi kode Morse. Data tersebut diproses melalui model bahasa AI yang didukung deteksi objek secara real-time.

Baca juga: Teror Digital di Platform X: Saat AI Grok Milik Elon Musk Menelanjangi Wanita dan Anak Tanpa Ampun

Hasil terjemahan ditampilkan sebagai saran frasa kontekstual melalui kacamata augmented-reality (AR) sebelum disuarakan oleh perangkat. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menyampaikan kebutuhan, emosi, dan pemikiran secara lisan.

Salah satu aspek utama dari pengembangan LUMA adalah faktor biaya produksi. Perangkat ini direkayasa dengan estimasi biaya produksi sebesar Rp10 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan biaya sistem antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) dan pelacakan mata yang umum beredar di pasaran, yang berkisar antara Rp150 juta hingga Rp210 juta.

Pasca kompetisi, tim SWA RoboKnights kini melangkah ke tahap kolaborasi dengan rumah sakit dan pusat kesehatan. Fokus tim saat ini adalah melakukan pengujian perangkat LUMA kepada pasien nyata untuk memvalidasi fungsi alat dalam lingkungan medis.
(nnz)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI