JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi sektor ESDM sepanjang 2025 mencapai USD31,7 miliar. Investasi tersebut berasal dari sektor mineral dan batu bara (minerba), minyak dan gas bumi (migas), ketenagalistrikan, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan, sektor migas masih menjadi kontributor terbesar investasi, disusul minerba. Namun, secara keseluruhan realisasi investasi ESDM pada 2025 mengalami koreksi tipis dibandingkan tahun sebelumnya, terutama akibat melambatnya investasi di sektor ketenagalistrikan.
"Total investasi sektor ESDM pada 2025 sebesar USD31,7 miliar, terdiri atas minerba USD6,7 miliar, migas USD18 miliar, listrik USD4,6 miliar, dan EBTKE USD2,4 miliar," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Prabowo Instruksikan Bahlil Percepat Ribuan Desa yang Belum Teraliri Listrik Bahlil menjelaskan, dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar USD32,3 miliar, realisasi investasi 2025 memang mengalami penurunan. Menurut dia koreksi tersebut terutama disebabkan oleh belum optimalnya percepatan pembangunan pembangkit dan infrastruktur ketenagalistrikan.
Ia menegaskan akan segera memanggil pimpinan PT PLN (Persero) untuk mendorong percepatan proyek kelistrikan yang telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Percepatan tersebut dinilai penting untuk mengerek kembali realisasi investasi sekaligus memastikan kecukupan pasokan listrik nasional.
Menurut Bahlil, pembangunan pembangkit dan infrastruktur pendukung kelistrikan menjadi kunci dalam mendukung kebutuhan industri, kawasan ekonomi baru, serta agenda hilirisasi. Pemerintah, kata dia, akan meningkatkan koordinasi lintas sektor agar proyek-proyek yang telah disetujui dapat segera direalisasikan.
Baca Juga: Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026 Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor ESDM juga memiliki peran strategis dalam penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, sektor ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja langsung di berbagai subsektor.
Bahlil mencatat tenaga kerja langsung di sektor ESDM pada 2025 mencapai 871.574 orang. Pemerintah, lanjutnya, tetap mendorong investasi berteknologi tinggi sekaligus memastikan sektor ini memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja nasional.
Ke depan, Kementerian ESDM optimistis realisasi investasi dapat kembali meningkat seiring percepatan proyek ketenagalistrikan dan penguatan investasi di subsektor migas, minerba, serta energi baru terbarukan.
(nng)