floating-Batasi Penggunaan Gawai...
Batasi Penggunaan Gawai Bisa Hindari Kecanduan Judi Online
Batasi Penggunaan Gawai...
Batasi Penggunaan Gawai Bisa Hindari Kecanduan Judi Online
Jum'at, 09 Januari 2026 - 07:40 WIB
TULUNGAGUNG - Judi online (judol) masih menjadi momok, khususnya di kalangan pemuda. Judol juga dinilai meresahkan masyarakat. Menyadari hal itu, tim dosen Departemen Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga (Unair) memberi edukasi bahaya judi online (judol) kepada karang taruna Desa Krosok, Kabupaten Tulungagung.

Puluhan pemuda menghadiri kegiatan ini. Kegiatan ini bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran generasi muda terhadap risiko ekonomi, sosial, dan moral dari praktik judi online yang kian marak. Baca juga: 5 Pengelola Situs Judi Online yang Aliran Dananya Capai Rp59 Miliar Ditangkap

Tiga dosen yang terlibat adalah Irham Zaki, Prof Nisful Laila, Ari Prasetyo, dan Moh Qudsi Fauzi. Para dosen menjelaskan, judol sering dikemas secara menarik dan mudah diakses melalui gawai , sehingga banyak pemuda terjebak tanpa menyadari dampak jangka panjangnya.

“Praktik ini tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga memicu kecanduan, gangguan psikologis, konflik keluarga, serta menurunnya produktivitas dan masa depan generasi muda,” kata Irham Zaki.

Edukasi juga menyoroti perspektif nilai dan etika, khususnya dalam ajaran Islam, yang secara tegas melarang praktik perjudian (maisir) karena mengandung unsur spekulasi, ketidakadilan, dan merugikan banyak pihak. “Judol dinilai bertentangan dengan prinsip kerja keras, tanggung jawab, dan keberkahan harta, serta berpotensi menjerumuskan pelakunya ke dalam masalah sosial yang lebih luas,” ungkap Prof Nisful.

Selain membahas bahaya, peserta dibekali strategi pencegahan praktis. Seperti meningkatkan kontrol diri dalam penggunaan media digital, tidak mudah tergiur janji keuntungan instan, serta mengisi waktu luang dengan aktivitas positif dan produktif.

Para pemuda juga diajak memahami pentingnya perencanaan keuangan sederhana, mengelola pendapatan secara bijak, dan menjauhi perilaku konsumtif maupun spekulatif yang merugikan. Peran pemuda Karang Taruna sebagai agen perubahan di desa turut ditekankan dalam kegiatan ini.

Dosen Unair mendorong para peserta untuk aktif menyebarkan edukasi bahaya judi online kepada teman sebaya dan masyarakat sekitar. Juga menjadi teladan dalam membangun gaya hidup sehat, produktif, dan bertanggung jawab. Baca juga: Unair Buka Program Beasiswa Guru, Kuliah S2 Bebas UKT 4 Semester

Melalui sosialisasi ini, Unair berharap Pemuda Karang Taruna Desa Krosok mampu membentengi diri dari pengaruh negatif judol dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan desa yang aman, berdaya, dan berorientasi pada masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini terlaksana berkat partisipatif aktif Pemerintah Desa Krosok dan Pemuda Karang Taruna Desa Krosok. Kegiatan ini turut didukung oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Universitas Airlangga.
(poe)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor