WASHINGTON - Perusahaan minyak Amerika akan menerima jaminan keamanan Amerika Serikat (AS) saat beroperasi di Venezuela. Pernyataan itu diungkap Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak.
"Mereka akan mendapatkan jaminan tersebut," ungkap Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah Washington akan memberikan jaminan keamanan kepada perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di Venezuela.
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Trump mengumumkan Maduro dan Flores akan diadili karena diduga terlibat dalam "narkoterorisme" dan menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS.
Caracas meminta pertemuan darurat PBB terkait operasi AS tersebut. Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara waktu menyerahkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.
Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa otoritas sementara Venezuela telah setuju menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat, dan berjanji menggunakan uang yang diperoleh untuk kepentingan rakyat kedua negara.
Dia mengatakan pada hari Rabu bahwa Venezuela hanya akan membeli produk buatan Amerika sebagai bagian dari "kesepakatan" dengan Washington untuk menjual minyak negara Amerika Latin tersebut.
Baca juga: Trump Tegaskan AS akan Kendalikan 55% Minyak Dunia (sya)