JAKARTA -
John Herdman sempat dilirik Jamaika dan Honduras sebelum menjatuhkan pilihannya ke
Timnas Indonesia . Juru taktik asal Inggris itu pun mengungkap alasannya memilih Skuad Garuda ketimbang dua negara tersebut.
PSSI baru saja memperkenalkan Herdman secara resmi ke publik dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Selasa (13/1/2026) pagi WIB. Dalam kesempatan itu, Herdman turut membongkar alasannya memilih Timnas Indonesia.
Karena sebelumnya, Herdman sempat dikaitkan dengan Jamaika dan Honduras yang merupakan kontestan dari CONCACAF. Padahal figur berusia 50 tahun itu memiliki peluang besar tampil di Piala Dunia 2026 jika memilih Jamaika karena sedang bertanding di play-off interkonfederasi pada Maret mendatang.
“Karier saya sejauh ini perihal membangun, bekerja dengan federasi yang punya semangat dan visi untuk membawa negara ke tempat yang belum pernah dijamah. Itu sudah jelas. Dari semua yang telah saya dengar dan baca, masyarakat di sini, negara ini sudah siap. Tidak ada alasan lain. Kita punya pemain, kapabilitas, profesionalitas, sekarang adalah waktunya untuk lolos,” kata Herdman dalam konferensi pers, Selasa (13/1/2026).
Herdman juga sebenarnya sudah memiliki pengalaman melatih negara CONCACAF, yakni Kanada. Tapi, dia ingin memiliki pengalaman baru. Figur asal Inggris itu yakin bahwa melatih Timnas Indonesia adalah pilihan yang tepat.
“Saya pernah bekerja di CONCACAF, saya punya pengalaman di sana. Namun, saya percaya dengan negara yang punya populasi 280 juta penduduk, yang di mana 90 persennya mencintai sepakbola. Mereka sangat mencintai sepakbolanya. Ini adalah tempat yang tepat. Dan, saya ingin berada di sini ketika negara ini ke tahap selanjutnya,” ujarnya.
Saat melatih Kanada, Herdman menggoreskan tinta sejarah. Dia mengantarkan Alphonso Davies dan kawan-kawan menembus Piala Dunia 2022 yang jadi momen bersejarah karena jadi yang pertama setelah 36 tahun.
Eks pelatih Toronto FC itu bertekad membawa Timnas Indonesia mencetak sejarah seperti kala melatih Kanada. Itu menjadi target utama Herdman bersama Skuad Garuda.
“Saya sebelumnya berada di Kanada ketika saya mengambil langkah, baik itu tim laki-laki maupun perempuan. Saya ingin berada di sini. Ini adalah kesempatan yang sangat menarik di dunia sepakbola. Bukan soal ranking, bukan soal tim ini bisa saja melangkah ke tempat yang lebih baik, atau Anda bisa melakukan ini di Piala Dunia,” ujarnya.
“Begitu banyak kesempatan di Indonesia untuk bisa melangkah ke tempat lain. Atau sekelompok pria atau fans yang pernah di sini sebelumnya, dan itu adalah ke Piala Dunia. Itulah misinya. Setiap hari saya terbangun, setiap hari ketika saya terbangun dari kasur, hal yang saya pikirkan, selain keluarga saya, untuk bisa meloloskan tim ini ke Piala Dunia,” pungkas Herdman.
(sto)